Persebaya

Tak Punya Semangat Juang, Persebaya Tersungkur Dikandang

SURABAYA-GN27.COM: Bermain dihadapan ribuan suporter sendiri, di luar prediksi Persebaya Surabaya justru menampilkan performa yang mengecewakan. Hal tersebut tak lepas dari hasil minor yang diperoleh tim asuhan Angel Alfredo Vera ini ketika mengahadapi PS Barito Putera, dikalahkan dengan skor 1-2 tim berjuluk Bajol Ijo ini seakan bermain tanpa semangat juang ‘ngeyel’ sesuai karakter khas permainan Persebaya.

Hasil negatif di atas sontak mendapat reaksi dari para Bonek yang hadir di dalam stadion. Sesaat peluit panjang ditiup oleh wasit pertandingan, para suporter menyanyikan lagu yang berisi kata sarkasme untuk ditujukan kepada seluruh para pemain, jajaran pelatih, hingga kepada seluruh official management.

Seperti yang dikatakan salah satu Bonek ketika ditemui di luar stadion, pria yang akrab disapa Dono ini menuturkan, nyanyian tersebut untuk mengingatkan kepada para pemain dan pelatih untuk tidak bermain seenaknya sendiri. “Para pemain merasa terlalu jumawa, sehingga permainan kerja sama tim dan semangat ‘ngeyel’nya tidak terlihat, sehingga cenderung sebelas pemain yang ada di atas lapangan ingin menunjukan skill agar dibilang pahlawan kemenangan. Hal yang sama juga diperlihatkan oleh kinerja jajaran pelatih, terlalu beraninya melakukan rotasi pemain, berakibat belum padunya permainan kolektif secara tim. Hasilnya, Persebaya kalah dihadapan pendukungnya sendiri,” katanya.

Mungkin, lanjutnya, kualitas permainan seperti inilah yang dimaksud dari target yang ditentukan oleh sang Presiden Klub Azrul Ananda yang mematok Persebaya hanya bertahan di papan tengah klasemen hingga akhir musim. “Jika targetnya, hanya bertahan di papan tengah klasemen, ya tidak kaget kalau kualitas permainannya seperti itu. Para pemain tak punya semangat juang, padahal bermain dikandang, pelatih juga seakan-akan pasrah dengan melakukan rotasi, padahal Persebaya sendiri belum punya pakem,” lanjutnya.

Sementara itu, Alfredo Vera mengungkapkan, kekalahan timnya adalah berawal dari kurang maksimalnya para pemain dalam mengeksekusi setiap peluang yang diperoleh. “Jika kita lebih efektif dalam memanfaatkan setiap moment yang ada, bisa jadi hasil pertandingannya akan lain,” tuturnya saat jumpa pers seusai pertandingan.

Dalam pertandingan sendiri, pada menit-menit awal sebenarnya Barito Putera lebih mengambil inisiatif strategi penyerangan terlebih dahulu, bahkan ancaman pertama diberikan melalui Gavin Kwan Adsit kepada pertahanan Persebaya saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui tendangan dari luar kotak penati.

Tak lama Persebaya merespon dengan menggempur lewat serangan yang dibangun melalui aktifnya kedua sayap ke wilayah pertahanan Barito. Serangan Persebaya baru berbuah gol pada menit 17 melalui tendangan melengkung yang dilesakkan oleh Abu Rizal Maulana setelah meneruskan umpan dari Nelson Alom. Setelah unggul, para pemain Green Force justru seperti kehilangan pola permainan kembali, hal ini ternyata dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Barito Putera dengan gol balasan yang dicetak oleh tandukan Douglas Packer melalui diving header. Skor imbang bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, sebenarnya Persebaya lebih mendominasi permainan, tercatat pada menit 65 secara statisik permainan, penguasaan bola Persebaya mencapai 60%. Namun, banyaknya peluang yang didapat tidak mampu dikonversikan menjadi gol. Akhirnya, pada menit 70, Barito Putera berhasil menambah gol melalui kaki Pulo Sitonggang, gol ini berkat pergerakan cepat yang dilakukan Gavin Kwan yang menyisir sisi kanan atau atau sisi kiri pertahanan Persebaya. Keunggulan skor 1-2 ini ternyata menjadi hasil pertandingan yang dihadiri tak kurang 30 ribu penonton.

Related posts

#TRUE92EEN Happy 92th Birthday Persebaya

operator website

Persebaya Pantas Tidak Menang

operator website

ANDIE PECI: PUTUSAN PSSI CACAT HUKUM

Redaksi Green Nord