Persebaya

Melawan Tim Baru Belum Pantas Dijadikan Derby

Surabaya-GN27.COM Masih belum pantas laga liga 1 yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Arema fc disebut derby, menurut Danudirja Setiabudi salah satu pemerhati bola. Jika saja pada tangga 24 September 2012 tidak ada penandatanganan kerjasama di Hotel Savana Malang, mungkin yang dihadapi Persebaya pada pertandingan Minggu (6/5) esok adalah Arema yang benar-benar lahir pada tahun 1987. Namun sayang, justru Derby Jatim yang sesungguhnya tak akan bisa terjadi dalam waktu dekat mengingat Arema Indonesia masih berjuang untuk lolos dari Liga 3, sesuai keputusan Kongres PSSI beberapa waktu lalu.

Perjalanan panjang Derby Jatim – yang disebut-sebut sebagai Derby Legendaris – ini selalu panas di dalam maupun di luar lapangan. Tetapi, mungkin tensi kali ini berbeda lantaran yang dihadapi Persebaya adalah tim yang berbeda, yang lahir dari hasil penggabungan antara Arema ISL dan Pelita Jaya 6 tahun yang lalu.

Kerjasama – jika tidak boleh disebut merger – ini dilakukan sejak Agustus 2012 dengan latihan bersama pemain Arema ISL dan Pelita Jaya, yang kemudian dikukuhkan dengan penandatangan perjanjian kerjasama di Hotel Savana pada 24 September 2012, sesuai dengan undangan yang pernah dikirim oleh Ofisial Arema ISL. Perjanjian tersebut dihadiri oleh Iwan Budianto selaku CEO Pelita Jaya Cronous, Rendra Kresna, Rudi Widodo, dan petinggi teras Arema ISL maupun Pelita Jaya. Namun, sampai hari ini Arema FC selalu menampik bahwa perjanjian tersebut adalah merger.

“Bahasanya lebih tepat bukan merger, tapi kerjasama antar klub,” jelas Sudarmaji, Media Officer Arema FC pada 2012 lalu seperti dilansir kompas.com.

Wajar saja, sebab waktu itu PT Arema Indonesia yang selama ini melekat dalam diri Arema menjadi milik Arema Indonesia yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL). Praktis, pada saat kompetisi 2011-2012 Arema ISL tidak dinaungi badan hukum apapun sebelum masuknya PT Pelita Jaya Cronous.

Sejak saat itu, otomatis pemain tim gabungan Arema-Pelita membengkak. Egi Melgiansyah, Hasim Kipuw yang menjadi tulang punggung Pelita Jaya pada ISL 2011/2012 bergabung dalam ‘latihan bersama’ yang dipimpin oleh Rahmad Darmawan, pelatih Pelita Jaya sebelum ‘kerjasama’ dengan Arema ISL.

Arema ISL dalam perjalanannya berubah menjadi Arema Cronous, yang melaunching team secara besar-besaran dengan dihadiri band legendaris, God Bless pada 2013, dan terkenal dengan Tim yang bertabur bintang. Pada 2014, Arema Indonesia melalui Dirut PT Arema Indonesia, Winarso melayangkan somasi terhadap PT Pelita Jaya Cronous karena menggunakan nama dan logo Arema Indonesia. Namun, gugatan tersebut tak jelas karena ternyata pihak Arema Indonesia kurang sigap dalam memberikan bukti gugatan.

Namun, pada akhirnya pada 2015 terbukti bahwa Arema Cronous menggunakan NPWP Arema Indonesia setelah penelusuran yang dilakukan oleh salah satu koran lokal di Malang. NPWP atas nama PT Arema Indonesia bernomor 02.378.491.1-62.XXX tersebut pun juga diakui oleh KPP Pratama Malang. Padahal, identitas PT Arema Indonesia terletak di Novi Zainal sebagai pewaris Arema dari pendiri Alm Lucky Acub Zainal, bukan atas PT Pelita Jaya Cronous. Ini artinya Arema Cronous tidak pernah membayar pajak karena tidak punya NPWP.

Hal inilah yang menyebabkan Arema Cronous meradang. Tak lama setelah itu dibuatlah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia untuk menaungi Arema Cronous, dan mengubah namanya menjadi Arema FC. Selain itu, Arema FC mengganti logo mereka seperti yang ada sekarang, meninggalkan logo lama yang identik dengan logo Arema Indonesia.

Walaupun banyak pro kontra tentang kerjasama yang oleh sebagian besar pecinta bola tanah air dianggap sebagai merger, toh sejarah tetaplah sejarah. Arema Indonesia yang merupakan Arema yang sesungguhnya, yang bertahun-tahun lalu bersaing dengan Persebaya, yang pada Maret 2012 mencatatkan rekor pertandingan dengan penonton home terbanyak di IPL sejumlah 55.000 lebih orang, hingga saat ini berjuang untuk mendapatkan tempat di Liga 2 setelah statusnya dipulihkan.

Sangat naif jika kita menilai bahwa pertandingan weekend ini adalah Real Derby Jatim. Sayang sekali jika Persebaya tak mampu meraih kemenangan menghadapi tim yang baru ‘terbentuk’ pada 2012 silam. Betapa besar harapan publik pecinta Persebaya agar Persebaya meraih hasil yang maksimal walaupun lawannya bukanlah lawan yang seharusnya ditakuti. Entah kapan mungkin Arema Indonesia dapat satu stadion lagi dengan Persebaya, yang seharusnya benar-benar diberi titel The Real Derby Jawa Timur

Related posts

Release Pertemuan Antara EJ dan GN Media

operator website

BAKTI GREEN NORD 27 TRIBUNE UNTUK BONEK

Redaksi Green Nord

Alasan kenapa kamu harus nonton GNFest 4

operator website