Bonek

Makna Dibalik Setiap Aksi Koreo Green Nord 27 Tribune 

SURABAYA-GN27.COM : Berkembangnya sepakbola menjadi era industri satu dasawarsa terakhir, membuat seluruh aspek didalamnya terjadi kulturasi budaya. Mulai dari strategi permainan tim, hingga pada gairah, atau atmosfer suporter di tribun. Kini, pertarungan suporter menjadi lebih menarik. Karena tak hanya beradu lewat teror chant-chant yang mereka (suporter, red) nyanyikan, namun juga selalu disandingkan dengan adu kreatifitas aksi koreo. 

Hal ini pun diakui oleh Cak Ndowe, Salah satu tim kreatif dari Green Nord 27 Tribune ini mengungkapkan kekuatan aksi koreo seperti dua sisi mata uang. Satu sisi adalah untuk mendukung dan memberikan semangat kepada para pemain Persebaya, di sisi lainya adalah meneror mental bertanding lawan.

“Sehingga dalam setiap kesempatan melakukan aksi koreo, kami selalu all out untuk Persebaya,” ceritanya.

Dalam setiap proses pengerjaannya, lanjutnya, tak pernah memaksa siapapun untuk terlibat baik secara langsung maupun pasif.

“Semuanya adalah panggilan hati, tak ada seorangpun yang memaksa anda untuk melakukan hal sedemikian gila demi Persebaya,” ungkapnya.

Secara khusus, ia bercerita sekilas tentang proses pengerjaan koreo yang dipertontonkan ketika pertandingan Persebaya melawan Arema Fc beberapa hari yang lalu.

Untuk lamanya proses koreo jadi kurang lebih membutuhkan waktu sekitar satu mingguan.

“Itu dihitung mulai proses menjahit kain, hingga finishing pengecatan,” katanya.

Koreo bergambar seekor buaya yang berpenampilan bak malaikat pencabut nyawa lengkap dengan jubah hitam, dan sedang menikam seekor singa yang dikelilingi beberapa orang memakai kaos berwarna biru terlihat lesuh dan tak punya harapan hidup, ternyata mampu dieksekusi oleh tim kreatif Green Nord 27 Tribune secara apik.

“Terdapat sebuah filosofi sederhana sebenarnya dalam gambar koreo tersebut. Bahwa yang namanya Arema, haram hukumnya mencuri point di GBT,” ungkapnya.

You’re In Green Nord Teror

Sepakbola tak hanya berbicara sebatas dengan apa yang ada di lapangan. Bahkan, faktor-faktor non teknis juga kerap mampu merubah hasil akhir dari sebuah pertandingan, teror suporter adalah salah satunya. Teriakan lantang, Aksi koreo, roll paper rain, hingga ring of fire (phyro show, red), semuanya mengerucut, dan bermakna menjadi satu kalimat yakni, You’re In Green Nord Teror.

Green Nord 27 Tribune, menjadi titik tribun yang paling ditakuti oleh setiap tim lawan yang bertandang ke kandang Persebaya Surabaya. Tak perlu mendebat, Pelatih sekelas Rahmad Darmawan Pelatih Sriwijaya Fc, dan yang masih hangat adalah Striker Arema Fc Thiago Furtuozo pun mengakui luar biasa berisiknya Bonek khususnya wilayah utara. Bahkan, ia menyamakan aksi Green Nord 27 Tribune bak seperti ultras klub di liga Brasil Palmeiras, dan parahnya itu bisa mengubah hasil akhir pertandingan.

Menurut Alvaro Supangat, jika sudah berdiri di tribun utara harus sudah siap dengan segala resikonya.

“Anda sedang berdiri dalam kerumunan suporter, bukan customer. Sehingga, ketika pertandingan fokus tujuan kami hanya satu, mendukung Persebaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kami sangat mengharamkan aktivitas lain, selain bernyanyi selama 2×45 menit untuk membakar semangat para pemain.

“Jika hanya ingin mencari tenar di sosial media, jika tujuan anda bukan untuk mendukung Persebaya selama berjalannya pertandingan, silahkan pindah ke pagar tribun sebelah. Tribun ini diisi oleh suporter yang haus akan setiap gol para pemain Persebaya, tribun ini diisi oleh suporter yang merindukan Persebaya menjadi juara kembali,” tegasnya.

Related posts

SDM Rendah, Banyak Tingkah. Suporter Kasihan

Green Nord

Satukan Tekad, Fokus Dukung Persebaya

Green Nord

THE JAK, INI SIKAP KAMI!

Redaksi Green Nord 2