Bonek Green Nord Persebaya

ANDIE PECI: PUTUSAN PSSI CACAT HUKUM

SURABAYA-GN27.COM: Berdasarkan putusan komite disiplin (komdis) yang kemudian diperkuat dengan putusan komite banding (komding) PSSI, yang menjatuhkan hukuman terhadap Persebaya Surabaya berupa denda sebesar Rp 200 juta, dan melarang suporter menonton pertandingan Persebaya Surabaya hingga akhir musim baik laga home ataupun away, khusus pada jatuhan hukuman kedua inilah dinilai cacat hukum.

Hal ini disampaikan oleh Andie Peci dalam jumpa pers hari ini (8/12) di Kawasan Jl, Dharmawangsa Surabaya. Menurutnya, diksi suporter tidak diatur secara detail dalam statuta PSSI dan kode disipilin Komdis PSSI.

“Bagaimana bisa, menghukum sesuatu yang tidak pada porsinya. PSSI memang mempunyai wewenang menjatuhi hukuman kepada klub. Namun, tidak dengan suporter,” katanya.

Sebelumnya, dalam lanjutan pekan ke 25 Liga 1 PSSI antara Persebaya Surabaya kontra PSS Sleman pada 29 Oktober 2019, telah terjadi kerusuhan seusai pertandingan. Suporter dengan spontan turun ke lapangan dengan merusak beberapa fasilitas di dalam stadion.

Dasar peristiwa inilah yang kemudian dijadikan sebagai pertimbangan Komdis PSSI untuk memberikan hukuman kepada Persebaya Surabaya dan suporternya Bonek.

“Apa yang dimaksud dengan Law of The Game adalah pertandingan selama 90 menit. Peristiwa beberapa hari lalu justru terjadi setelah pertandingan berakhir, dan tidak menciderai official tim baik tuan rumah dan tim tamu, tetapi sanksi yang dijatuhkan sangat menyudutkan kami,” lanjutnya.

Jika dibandingkan dengan banyak kasus serupa, lanjut Peci, rasa keadilan itu tidak hadir bagi Bonek. Apa yang terjadi dengan suporter Arema Fc, hingga yang terbaru kasus suporter Persela Lamongan, hanya suporter Persebaya yang dijatuhi hukuman berat.

“Refrensi peristiwa hukum di Lamongan, harusnya lebih berat. Karena aksi kerusuhan terjadi justru di tengah-tengah pertandingan berlangsung. Namun, banding mereka diterima oleh PSSI, sedang perlakuan berbeda diberikan federasi kepada Persebaya,” lanjutnya.

Untuk itu, ditambahkannya, selain melakukan perlawanan melalui proses hukum, nantinya bentuk protes juga akan dilakukan secara kultural dengan melibatkan gelombang massa.

“Proses hukum telah kami kuasakan kepada tim Bonek Advokat. Namun untuk pergerakan massa akan dikonsolidasikan lebih lanjut, sembari menunggu perkembangan situasi terakhir,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bonek Advokat menjelaskan, keputusan komdis dan komding PSSI tidak berdasarkan fakta dan hukum. Sehingga harus dibatalkan segera.

“Apa yang telah diputuskan, komdis dan komding PSSI adalah melampaui wewenangnya, atau Ultra Vires,” kata Agus salah satu tim Bonek Advokat.

Agus menjelaskan, definisi suporter tidak diatur baik dalam Statuta PSSI maupun pada Kode Disiplin PSSI. Dengan demikian, suporter tidak menjadi bagian dari PSSI.

“Sehingga suporter tidak harus patuh pada putusan yang dijatuhkan komdis dan komding,” tegasnya.

Perihal tersebut, Agus menambahkan, akan melayangkan somasi pada PSSI Senin esok (9/12). Jika sampai tenggat yang ditentukan somasi tidak diindahkan oleh federasi. Maka, tim Bonek Advokat akan melanjutkan perkara tuntutan hukum ke pengadilan.

“Kami akan memberikan tenggat waktu maksimal 2×24 jam kepada PSSI sejak somasi dilayangkan, untuk mencabut dan membatalkan Keputusan Komite Banding PSSI Nomor: 07/KEP/KB/LIGA1/XI/2019 jo. Keputusan Komite Banding PSSI Nomor: 07/KEP/KB/LIGA1/XI/2019,” tukasnya. (AP)

Related posts

QnA Open Loyalis GN Media.

operator website

Fashion Bonek, Gunakan Jersey Persebaya! 

Redaksi Green Nord 2

Suporter Adalah Pendukung Klub, Bukan Artis Tribun

Redaksi Green Nord 2