Author : Green Nord

Ijo…Ijo…Ijo

Green Nord
Sebuah klub sepakbola pasti memilikki warna kebesaran. Warna kebesaran yang di pilih biasanya mempunyai nilai esensi dan filosofi tersendiri. Tak jarang pula kadang di kaitkan dengan sejarah klub tersebut. Namun warna itu bisa berubah tentunya melalui pertimbangan matang serta ada alasan yang jelas. Seperti halnya Persebaya, klub yang lahir pada tahun 1927 ini. Mempunyai warna kebesaran sendiri. Yaitu hijau. Kenapa

Cerita di balik Sisi Utara Gelora 10 November

Green Nord
Tahun 2011 dikala kompetisi liga Indonesia sedang amburadul dengan ketidakjelasannya, ditambah permainan Persebaya seperti ompong kehilangan taringnya layaknya buaya yang ogah menerkam musuhnya, ditambah lagi fenomena di dalam stadion yang mulai sering menyanyikan lagu rasis ke rival yang sejatinya saat itu tim Persebaya tidak melawan rival tersebut munculah berbagai kegelisahan dari beberapa Bonek. Mereka risih dengan chant rasis tersebut yang

Green Nord ’27

Green Nord
Green nord’27, hanyalah sebuah nama untuk tribun di stadion. Tepatnya di tribun Utara. Dilihat dari sisi penamaan sudah sangat jelas, ‘NORD’ = North yang dalam bahasa Indonesia adalah Utara. Sedangkan ‘GREEN” dan 27 di ambil dari warna kebanggaan Persebaya dan tahun kelahiran Persebaya. Analoginya seperti di Stadion Old Trafford yang rencanaya akan memberikan nama “Sir Alex Ferguson” sebagai nama tribun

Ijo Lintang Ing Jagad

Green Nord
“Sepak bola, merupakan aktivitas yang paling mampu mempersatukan umat manusia.”demikian kata Nelson Mandela. Sepak bola merupakan salah satu institusi budaya besar, seperti pendidikan dan media massa, yang membentuk dan merekatkan identitas nasional di seluruh dunia. Sepak bola juga merupakan suatu olahraga yang mengundang banyak kerumunan massa yang menyaksikan olahraga tersebut. Dalam keadaan apapun sepak bola akan selalu menarik dan mempesona.