Bonek Komunitas

Mari Berjersey !

Dewasa ini, Dunia supporter di Indonesia banyak mengalami kemajuan. Modernitas supporter Indonesia disebabkan budaya atau kultur supporter sepakbola yang berasal dari daratan Eropa telah banyak di adopsi oleh para supporter dalam negeri. Terjadi sebuah proses yang terkadang bisa diterima oleh khalayak. namun, tidak sedikit pula yang ditolak. Dalam konteks ini, proses akulturasi budaya harus diutamakan, menerima budaya baru tanpa harus menghilangkan kearifan lokal. Hal yang paling banyak bisa dilihat adalah dari cara berpakaian. atribut full berwarna hitam atau dengan menggunakan berbagai merk pakaian ternama, hingga sepatu yang harganya lumayan mahal, semua dapat dibeli dan dimiliki dengan mudah. Bahkan saking mudahnya untuk memilikinya, membuat tidak sedikit yang mulai kehilangan jati diri serta ciri khas kelompok supporternya tersebut. Bagaimana tidak, fenomena masih sering dijumpainya berbagai jenis jaket ataupun berbagai jenis kaos beraneka warna dan merk masih melekat saat mendukung klub kebanggaan bertanding di kandang adalah salah satu contoh nyata kesalahan dalam mengadopsi budaya. Mengapa menjadi sebuah kesalahan? Karena selain membuat seisi tribun tampak berwarna-warni, hal tersebut secara tidak langsung membuat pemandangan menjadi tampak aneh. Untuk itulah, peran dari akulturasi budaya sangat diperlukan untuk dijadikan filter dalam berbagai hal. Tentang bagaimana kita seharusnya dalam mendukung tim kebanggaan saat bertanding perlu digelorakan, Tidak hanya sebatas dengan datang langsung dan meneriakkan chant atau yel yel selama 90 menit saja, namun juga harus bagaimana caranya kita bisa menciptakan suasana “angker” di stadion kandang dengan atribut yang warnanya selaras dengan seragam kebanggaan kita, hijau. Tentunya hal itu akan membuat kesan tersendiri apabila kita mampu menciptakan suasana tersebut dan menerapkannya dalam setiap pertandingan home. Solusinya bisa dengan membudayakan berjersey PERSEBAYA.

“Mengapa harus berjersey? Kaos BONEK kan juga banyak yang hijau? Apa tidak boleh memakai atribut supporter lain di tribun?”. Dari lahirnya semua pertanyaan tersebut, pilihan budaya berjersey sangatlah tepat jika diterapkan saat match home dan dilakukan secara bersama sama. Tak hanya dapat membuat BONEK lebih terlihat elegan, berjersey juga secara tidak langsung dapat membuat kita turut merasakan apa yang dirasakan semua pemain PERSEBAYA saat bertanding. Dengan berjersey pun selain menyatukan warna dan semangat kita sebagai BONEK, juga secara tidak langsung membuat dukungan kita dari belakang gawang akan tampak nyata sebagai pemain kedua belas.

Berjersey pun juga tak harus dituntut dengan membeli jersey keluaran terbaru dan original, dalam artian disini sesuaikanlah dengan kemampuan daya beli kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mensukseskan kampanye budaya berjersey, misalnya saja dengan membeli jersey second koleksi teman, membeli jersey “repro lawasan”, atau mungkin jika kita memiliki sedikit uang lebih, kita bisa membeli jersey di toko resmi yang keuntungan penjualannya juga untuk keberlangsungan hidup PERSEBAYA.

Kembali lagi pada pembahasan awal, tidak ada yang salah jika kita mau belajar mengadopsi budaya supporter moderen. Namun, alangkah baiknya jika kita lebih menghormati diri kita sendiri di hadapan punggawa PERSEBAYA dan orang lain di sekitar kita. Dengan berjersey kita satukan jiwa raga kita untuk PERSEBAYA, dengan berjersey kita satukan tekad dan dukungan untuk PERSEBAYA. wani berjersey? WANI!!! (Ukie).

Related posts

Green Nord ’27

administrator

AREMA BUKANLAH APA-APA!

Redaksi Green Nord

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 3)

Redaksi Green Nord 2

9 comments

duro 24 September 2017 05:56 WIB at 24 September 2017 05:56 WIB

Memang mendukung sebuah tim itu harus memakai jersey tim yang akan di dukung apa lagi pas laga home,kalau masalah beli dimana nya apa harus ori atau enggak itu yang sering dipermasalah kan , jadi menurut saya belilah jersey sebisa anda beli walau beli di emperan asal anda beli nya halal , menonton tim kebanggaannya dgn membeli tiket, dan ada niat dan nyali anda untuk mendukung persebaya dgn menyanyikan chants persebaya selama 90menit

Ajeng 24 September 2017 09:46 WIB at 24 September 2017 09:46 WIB

Sindir alus min?

Tapi keren mind . Top

Syandica 24 September 2017 11:15 WIB at 24 September 2017 11:15 WIB

Warna kebesaran tim Persebaya adalah ‘HIJAU’, apalagi kalo pakai Jersey nya Persebaya lebih baik pula.. budalkan !! Ijo kan!! Dan bernyanyi untuk mendukung.

Nizar Rama 24 September 2017 14:31 WIB at 24 September 2017 14:31 WIB

Berjerseyok lah, tapi bagaimana dengan manejemen yang memproduksi jersey supporter dengan warna hitam dan hijau ?. Ijo ijo ijo

Bonna 24 September 2017 18:23 WIB at 24 September 2017 18:23 WIB

Lak isok jersey ne sing ori pisan, itung2 ngewangi keuangane persebaya iku dewe

Reza 24 September 2017 21:58 WIB at 24 September 2017 21:58 WIB

Kalau Warna Baju Sepadan Dengan Klub, Walau Bermerk Ga Apa Khan?

Bonek Independen 25 September 2017 04:01 WIB at 25 September 2017 04:01 WIB

Saya setuju dengan artikel di atas. Dibalik deras nya arus modernisasi supporter, mengadopsi kultur dari eropa membuat perlahan kultur yang sudah lama ada lama-lama semakin di tinggalkan. memang ada dampak positif dan negatif dari mengadopsi kultur asing. “Menghijaukan” kembali BONEK adalah salah satu menjaga kultur lama agar tetap terjaga dan sebagai alternatif dan jalan tengah adalah mengkampanyekan “Berjersey”. Namun kata berjersey di sini kita tak di harusnya membeli Jersey Ori, syukur-syukur punya modal lebih dan membantu financial Persebaya. Berjersey bisa dengan jersey retro ataupun membeli jersey di pasar, Yang di tekankan disini “Berjersey lah dengan semampu mu”. Berjersey juga upaya dalam “Membesarkan Nama PERSEBAYA”. Hal lain dalam Berjersey juga mengesampingkan golongan, komunitas, tribun, organisasi, daerah, suku, dan dll. Memang semua butuh proses dan perbaikan tak bisa dengan instan, saya yakin suatu hari budaya berjersey pasti bisa di terapkan oleh supporter persebaya. Ini adalah opini pribadi dan tak ada maksut menyudutkan satu pihak ataupun membela satu pihak. Terima Kasih.

Bonek Cilik 27 September 2017 17:10 WIB at 27 September 2017 17:10 WIB

Top artikel e cak!

Achmad Sandi 5 October 2017 12:03 WIB at 5 October 2017 12:03 WIB

Berjersey lebih elegan?

Comments are closed.