Persebaya

PERSEBAYA BUKAN KERETA PRES..

Persebaya adalah tim besar yang penuh sejarah, kalau anda menganalogikan Persebaya itu sebuah kereta, lebih baik anda belajar dulu tentang sejarah panjang Persebaya.

Dalam kasus Andik Vermansah yang sudah menyodorkan harga kontrak, tetapi tidak dibalas dengan penawaran malah muncul surat terbuka yang berisi Persebaya tidak tergantung satu pemain. Menandakan pesan yang disampaikan oleh seorang Presiden Persebaya sebuah pemikiran bisnis para mak mak, karena tidak menawar malah terkesan menyudutkan si penjual. Mak mak kebiasaannya menginginkan harga semurah mungkin tetapi mintanya banyak.

Bila Presiden sudah tau kalau Persebaya itu nama besar dan klub legendaris, harusnya tau bagaimana memperlakukan Andik Vermansyah yang juga memiliki nama besar, bukan malah memojokan. Seperti Real Madrid memperlakukan seorang Cristiano Ronaldo yang mengontrak secara fantastis demi tenaga Ronaldo. Hubungan yang saling membutuhkan seharusnya yang diterapkan, klub membutuhkan nama besar pemain untuk mempertahankan nama besarnya sekaligus meraih sukses.

Dalam kasus penawaran kepada Andik yang notabene pihak menejemen belum nawar malah sudah berstatmen dengan surat terbukanya seorang Presiden klub, Persebaya tidak mau menunggu seorang pemain saja, istilah maduranya “lok naber apetah denbeden”. Padahal belum mengajukan penawaran. Surat terbuka yang lucu. Andaipun tidak ada kesepakatan kontrakpun, kedua belah pihak tidak saling memojokan. Dengan munculnya surat terbuka dari presiden, mengesankan Persebaya tidak mampu membeli pemain bintang yang diharapkan para Bonek tetapi tidak diharapkan pelatih kata menejer tim waktu itu, karena tidak ada didaftar pelatih. Ironis

Related posts

Suporter Mesum, Bodoh Kok Berjamaah Sih

administrator

Kampungan dan Ingin Tenar, Syaiful Indra Cahya Sampai Berjumpa di Bali

Redaksi Green Nord

Buka Mata, Ini Cara Kami Menjaga Persebaya

Redaksi Green Nord 2