Persebaya

Kegundahan Sikap Politik Management Persebaya Ala Azrul Ananda

GN27-SURABAYA : Seperti diketahui hari ini adalah perayaan tepat setahun management baru Persebaya Surabaya di bawah kendali sang presiden klub yakni Azrul Ananda. Sayangnya, perayaan tersebut sedikit tercoreng dengan sikap kegundahan politik dari orang nomer satu di klub kebanggan Bonek ini.

Hal tersebut tercermin dari tidak sesuainya komitmen awal Azrul yang mengatakan dalam kesempatan di berbagai media massa bahwa sistem manajerial klub seratus persen bersih dari jangkauan politik.

”Persebaya ini 100 persen dikelola secara profesional. Tidak ada tujuan lain selain menjadikan Persebaya klub profesional dan tumbuh secara sustainable,” katanya saat dilansir dari Jawapos.com

Seolah menjadi paradoksi dengan komitmen tersebut, melalui akun instagram official Persebaya, pihak management menuliskan keterangan atas ucapan rasa terimakasihnya kepada Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Karena atas bantuan sang politisi tersebut, Management Persebaya secara teknis sukses menyelanggarakan babak penyisihan grup dalam turnament Piala Presiden 2018, setelah terjadi beberapa kesalahpahaman yang terjadi dengan pemkot ketika menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo dalam setiap pertandingan home Persebaya.

“Keluarga besar Persebaya Surabaya berterimakasih kepada Bapak Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana yang selalu ikut mensupport Persebaya. Perhatian Bapak Whisnu sangatlah penting, karena kejayaan Persebaya juga membawa nama Kota Surabaya, semoga kerjasama baik dengan pemerintah kota selalu bisa dijalankan kedepannya,” tulisan caption dalam akun ig official Persebaya.

Jika ditilik lebih jauh, dalam kancah pesepakbolaan nusantara, bukanlah hal baru jika selalu bersinggungan dengan berbagai kepentingan politik. Terlebih jika melihat saat ini konstelasi politik khususnya di Jawa Timur sedang hangat, mengingat jelang pelaksanaan pemilihan Gubernur pada tahun depan.

Menjadi pertanyaan adalah, dengan melakukan pendekatan persuasif kepada Persebaya, apakah ini menjadi strategi partai politik pengususng sang wakil walikota untuk meraup suara dari basis supporter Bonek? Karena menjadi menarik, partai berwarna merah tersebut juga tengah mengusung calon pasangan gubernur incumbent.

Bahkan, secara tegas pula Azrul menyatakan tidak akan menjadikan Persebaya sebagai alat untuk kepentingan pribadinya. Anak Dahlan Iskan ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak mempunyai ambisi untuk terjun dalam kancah perpolitikan di Surabaya. Apalagi Persebaya punya banyak modal banyak untuk menjadi klub hebat.

”Karena manajemen dan tim saya minta untuk profesional, saya berharap seluruh suporter juga punya pendirian yang saya. Jangan menggunakan Persebaya dan segala elemennya untuk kepentingan politik,” pinta Azrul saat dikutip dari Jawapos.com.

Sebagai supporter yang cerdas, tentu Bonek tak hanya memiliki kewajiban untuk mendukung secara total kepada Persebaya sebagai klub sepakbola yang profesional. Namun juga bertanggung jawab moral atas pencegahan keterlibatan pihak Management Persebaya terhadap para politisi yang ingin memanfaatkan klub yang berdiri pada tahun 1927 ini sebagai kendaraan politik praktis di tingkat elit.

Oleh karena itu, kami kembali menanyakan sikap keteguhan hati dari pihak management untuk jauh atau bahkan tidak tersentuh sedikit pun dari jangkauan politik, seperti sikap ketegasan sang presiden klub di awal proses pengambil alihan sistem management setahun lalu.

Related posts

Release Pertemuan Antara EJ dan GN Media

operator website

PERSEBAYA LEBIH BESAR DARI PADA NAMA SEBUAH TRIBUN

Redaksi Green Nord 2

Persebaya Harga Diri Kami

operator website

1 comment

Bonek kenya 10 February 2018 00:18 WIB at 10 February 2018 00:18 WIB

Sudah selayaknya Persebaya minta bantuan dari petinggi di Surabaya, perlu di ingat Persebaya blm punya stadion maupun lapangan buat latihan, kl untuk sewa buat pertandingan saja di persulit terus minta bantuan siapa, terus maen dimana, sedangkan walikota Surabaya aja gak peduli sama persebaya, jadi menurut saya itu bukan kendaraan politik sang presiden, tp lebih ke arah gimana Persebaya bisa maen di Surabaya, soalnya kita Persebaya lurd, bukan Sidoarjo, ok salam satu nyali ” wani “

Comments are closed.

error: Content is protected !!