Bonek

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 2)

Aksi Solidaritas, Tak Seharusnya Main Hakim Sendiri

Kita semua tahu, setiap warga Negara dilindungi haknya oleh konstitusi Negara untuk berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, yang patut disayangkan adalah di tengah aksi solidaritas yang dilakukan oleh BONEK dan PSHT terdapat peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum PSHT kepada rombongan kecil BONEK di sekitaran wilayah JL. Arjuno Surabaya.

Hal tersebut terungkap oleh kesaksian dari Saudara Doger, yang merupakan sahabat dari Saudara Muhammad Abdul Hafid (29 tahun). Hafid adalah salah satu korban dari tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa oknum PSHT saat hendak dalam perjalanan menuju PN Surabaya.

Diceritakan Doger, saat itu dirinya beserta empat sahabatnya berangkat bersama menuju lokasi persidangan melalui jalur Pasar Turi. Berangkat sejak pukul 10.00 WIB, lima sahabat ini menggunakan tiga sepeda motor. “Setibanya di tikungan setelah melewati Pasar Turi, terdapat beberapa titik yang menjadi lokasi berkumpulnya massa PSHT. Saat itu, ada satu oknum PSHT yang meneriaki kami, teriakan inilah yang lantas memprovokasi beberpa anggota PSHT lainya secara berkelompok mengejar ke arah kami dan melakukan tindakan pengeroyokan,” ceritanya saat ditemui oleh tim GN.com di rumah pribadinya.

Doger kembali menuturkan, saat terjadi penyerangan ia bersama tiga kawan lainya berhasil lari untuk meminta pertolongan. Namun naas bagi Hafid, yang tak sempat waktu untuk menghindari kejaran massa PSHT. “Jadi yang masih tertinggal salah satunya adalah Hafid, saat pengeroyokan terjadi, Hafid dipukuli dan ditendang secara membabibuta oleh sekitar 10 orang. Kemudian datang kembali gelombang kelompok berikutnya yang kurang lebih berjumlah sama, sehingga kurang lebih ada 20 kerumunan massa menghajar Hafid,” tuturnya.

Hal ini, tentu mencinderai semangat ikrar damai PSHT yang telah disepakati bersama yang disaksikan secara langsung oleh kepolisian yang diwakili langsung oleh Kapolres Surabaya dan Walikota Surabaya. Hafid yang saat ini masih dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Surabaya, mendapat luka serius di area bagian kepala hingga dada yang terlihat lebam.

Sementara itu Fatmawati, kakak kandung Saudara Hafid menyesalkan kabar yang telah beredar di media massa justru menuduh bahwa adiknya merupakan copet, dan mendapatkan hukuman dari massa. “Adik saya bukan copet, apa yang telah beredar dan ditulis di berbagai media adalah tidak benar, atau HOAX . Hal ini diperparah dengan tidak satupun pihak dari media massa yang diwakilkan jurnalisnya untuk memintai keterangan dari pihak keluarga,” imbuhnya.

Berikut daftar lengkap BONEK yang mejadi korban tindakan kekerasan atau pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum PSHT.

Nama: Muhammad Abdul hafid
Usia: 29 tahun
Alamat: Jl. Tambak Gringsing lama 29 Surabaya
Nama Orang tua: mat tuki

Kondisi korban sekarang bisa komunikasi, tapi rusuk sebelah kiri masih diselang menurut keterangan biar paru – paru sebelah kiri bisa mengembang karena pasca penganiayaan paru parunya mengecil akibat shock saat tulang rusuknya patah dan mengenai

paru –parunya

Related posts

MENELISIK TRADISI MUDIK SEBAGAI RITUS BUDAYA

Redaksi Green Nord

Surat Cinta Kami (Bonek) untuk Kepolisian Resort Surabaya 

Redaksi Green Nord 2

Kreatifitas Tanpa Batas, Green Nord 27 Tribune Gelar Aksi Teatrikal

Redaksi Green Nord 2
error: Content is protected !!