Bonek

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 3)

Akun IG humas POLDA JATIM sempat mengasih stiker Hoax

 

Akun IG Humas Polrestabes Surabaya juga sempat memberikan stiker Hoax

Jauh Dari Kode Etik, Pers Sebar Berita HOAX

Seperti yang diketahui, BONEK memiliki value yang seksi bagi media massa. Dalam setiap pergerakan BONEK, media selalu mengawasi dan serta selalu membingkai kegiatan BONEK dalam bentuk sebuah berita. Bak bunga desa, BONEK memang mampu menjadi pusat perhatian bagi seluruh aspek pemerhati pesepakbolaan nasional. Namun yang disayangkan, hingga detik ini ternyata masih banyak produk jurnalistik yang diterbitkan oleh pers yang jauh dari kode etik jurnalistik, dan cenderung selalu menyudutkan BONEK. Seharusnya pers, dalam setiap pemberitaan selalu menyuguhkan fakta yang diperoleh dari setiap peristiwa peliputan di lokasi kejadian, ini malah sebaliknya, pers seolah cenderung mengeksploitasi BONEK demi mengejar banyaknya pembaca.

Baru-baru ini, ketika terjadi sebuah peristiwa pengeroyokan beberapa oknum PSHT terhadap BONEK, pers justru menyebarkan berita HOAX. Hal tersebut ketika para media massa memberitakan peristiwa main hakim sendiri itu dengan memberi tajuk saudara Muhammad Abdul Hafid sebagai copet. Padahal Saudara Hafid merupakan seorang BONEK yang merupakan korban atas tindakan brutal oknum PSHT.

Entah bagaimana para jurnalist ini menjalankan proses peliputan, sehingga dapat menyimpulkan berita seperti itu.  Apakah para journalist ini juga memikirkan nasib korban, memikirkan rasa duka keluarga korban, jika demikian dimana nilai kebenaran berita, dimana teori cover both side yang menjadi ruh dari sebuah etika jurnalistik.

Ketika tim GN.com melakukan penulusuran ke keluarga korban, Fatmawati selaku kakak Saudara Hafid mengatakan behwa media massa harus bertanggungjawab atas penerbitan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

“Adik saya bukan copet, adik saya berangkat dari rumah niatnya adalah untuk melakukan aksi solidaritas terhadap sesame BONEK. Jadi saya minta, media massa untuk bisa bertanggung jawab atas pemberitaan yang selama ini salah dengan menganggap adik saya sebagai copet,” imbuhnya.

Yang patut kita sayangkan dan sesalkan sekelas Institusi penegak hukum melalui akun Instagram nya humas POLDA JATIM dan Polrestabes Surabaya  dengan mudah mengasih stiker bahwa kejadian pemberitaan di seosial media yang dikelola Bonek dengan Stiker Hoax, padahal kejadian tersebut benar adanya dan teman-teman Bonek sudah melakukan Investigasi sebelum berita itu di muat di sosial media. Dan sampai saat ini belum ada klarifikasi dan juga permintaan maaf secara terbuka di akun tersebut. Yang ada cuman menghapus post tersebut dari akun Instagram humas Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya 

Related posts

AREMA BUKANLAH APA-APA!

Redaksi Green Nord

‘Atittude’ Our Tribun Our Rules?

Redaksi Green Nord

Green Nord Cup Futsal Competition 2019

Redaksi Green Nord
error: Content is protected !!