Bonek

PYROSHOW DI MATA BONEK

Bicara tentang pyroshow dalam dunia supporter, tak lepas kaitannya dengan budaya supporter Ultras. Di belahan dunia manapun,  para Ultras selain mendukung total klubnya dengan chant selama 90 menit, mereka kerap menyajikan atraksi koreo dan juga pyroshow sebagai bagian bentuk dukungan mereka. Selain sebagai bentuk dukungan, pyroshow,  bagi Ultras merupakan sebuah identitas dan rules di tribun atau curva tempat mereka berada.

Di Indonesia, khususnya BONEK sendiri, bentuk dukungan menggunakan pyroshow bukanlah hal yang baru dan asing. Sebab,  jauh sebelum budaya dan paham Ultras berkembang, BONEK adalah merupakan supporter pertama di Indonesia yang menyalakan flare di dalam stadion sebagai bentuk selebrasi kemenangan. Bahkan hingga jauh sebelum PERSEBAYA dimatikan paksa oleh PSSI, BONEK tetap menyajikan atraksi pyroshow saat PERSEBAYA berlaga di Liga Primer Indonesia.

Namun atraksi pyroshow di Indonesia kini seolah menjadi barang langka, sebab adanya aturan dari PSSI yang melarang adanya atraksi pyroshow di setiap pertandingan resmi.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus di FIFA, terkait pelarangan tentang pyroshow. Justru, FIFA hanya menekankan tentang pelarangan penggunaan minuman keras dan narkotika.

Namun, meski pada pasal 17 bab 3 hanya mengatur tentang keamanan di dalam stadion, di sana juga tertulis pelarangan pyroshow hanya berdasarkan wewenang pihak perangkat penyelenggara pertandingan. Sehingga dalam hal ini, pelarangan bisa saja dilakukan oleh panpel ataupun termasuk PSSI sebagai induk sepakbola nasional.

Sementara itu, dalam kancah dunia sepakbola nasional, larangan penggunaan flare adalah ketika saat berlangsungnya jadwal pertandingan resmi yang diturunkan oleh federasi. Sehingga, dapat dipahami, saat laga yang bertajuk ‘Blessing Game’ antara Persebaya Surabaya melawan Serawak FA, BONEK bisa menyuguhkan atraksi pyroshow selama pertandingan tersebut.

Hal tersebut, secara implisit juga disampaikan oleh UkieRiots, salah seorang Bonek Tribun Green Nord 27, penggunaan pyroshow di stadion sebenarnya sah sah saja dan tidak masalah. “Asal selama kita bisa menggunakannya dengan benar, dan tidak menyalah gunakan pyrotechnic tadi tentu itu bukanlah hal yang membahayakan. Malah akan menjadi daya tarik tersendiri, ” ujarnya.

PERSEBAYA sendiri sebelumnya pernah dua kali terkena sangsi dari PSSI terkait penggunaan pyroshow sebagai wujud bentuk protes terhadap manajemen. Yang dimana saat itu ada keputusan keputusan yang dianggap tidak bijaksana bagi Bonek. Tercatat pelanggaran tersebut terjadi saat di babak penyisihan Liga 2 maupun saat ajang Piala Presiden 2018 kemarin.

“Sebenarnya pyroshow tersebut aman. Asal kita paham prosedurnya dan kapan saat yang tepat untuk digunakan. Kalau memang dilarang ya ikuti saja, toh banyak kesempatan saat pertandingan tidak resmi bisa kita memakai atraksi pyroshow. Contohnya seperti Homecoming Game, Anniversary Game, dan Celebration Game” imbuh UkieRiots.

Related posts

THE JAK, INI SIKAP KAMI!

Redaksi Green Nord 2

Jangan Kasih Ampun Tim Kloningan

administrator

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 3)

Redaksi Green Nord 2
error: Content is protected !!