Persebaya

Industrialisasi Blessing Game, Ini Pernyataan Sikap Green Nord Tribun

SURABAYA-GREENNORD.COM: Tak bisa dipungkiri, semenjak management Persebaya Surabaya diambil alih oleh Azrul Ananda, membuat klub kebangaan BONEK ini semakin gemerlap dalam dunia industri olahraga. Bahkan, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengklaim bahwa Persebaya menjadi salah satu klub profesional di Indonesia dengan kekuatan finansial yang sehat. Hal tersebut didapat setelah banyaknya pihak sponsorship yang tertarik dengan era baru management di bawah kepemimpinan Azrul. 

Pencapaian bisnis di atas, tentu merupakan sebuah garansi bagi segenap susunan pemain dan pelatih untuk bisa fokus dan tenang selama bertanding. Kita semua tahu, tipikal sang Presiden klub adalah seorang pebisnis. Sejak kedatangannya dalam percaturan dunia olahraga, tangan dingin bisnis Azrul dapat memoles Indonesia Basketball League (IBL) melalui ajang Deteksi Basketball League (DBL).

Sepertinya Azrul, sapaan akrabnya, juga menginginkan iklim sepakbola tanah air mengekor dengan apa yang telah dicapai dalam dunia basket nasional.

Tentu, grand design awalnya adalah melalui Persebaya. Hal ini mulai terlihat dalam jelang pertandingan persahabatan yang bertajuk ‘Blessing Game’ melawan Serawak FA klub yang berasal dari Malaysia. Sayangnya, pertandingan persahabatan tersebut mendapat banyak kritikan dari para suporter terkait dengan kebijakan management yang membanderol harga tiket yang terhitung mahal. Kategori Fans, atau yang setara kelas ekonomi dibanderol Rp 50 ribu pertiket, sedangkan Super Fans seharga Rp 250 ribu.

Nominal tersebut, tentu menjadi beban tersendiri bagi sebagian BONEK, khususnya yang masih dalam usia pelajar. Kita semua tahu, pendapatan tiketing setiap pertandingan adalah potensi besar bagi sumber pemasukan keuangan klub, lantas menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan terjualnya tiket, menjadi tolok ukur bagi management untuk menjustifikasi loyalitas BONEK kepada Persebaya? Jika memang seperti itu, tentu tidak fair kalau melihat bagaimana perjuangan BONEK selama lima tahun silam melawan kebijakan federasi yang mematikan klub ini secara sepihak.

Pada saat itu, tidak ada pertandingan satupun yang digelar oleh Persebaya. Namun BONEK secara massiv terus melakukan aksi damai dengan menuntut kembalinya Persebaya, mulai dari Kongres PSSI di Surabaya, Jakarta, hingga ke Bandung. Apakah sejarah pergerakan BONEK ini juga tidak dinamakan loyalitas kepada klub?

Menurut salah satu BONEK Ahmad Arif Chusnuddin mengatakan, tidaklah tepat jika management menjadikan tolok ukur loyalitas suporter terhadap sebuah klub hanya dari sudut pandang terjualnya tiket pertandingan.

“Kami mendukung Persebaya berangkatnya adalah atas nama cinta. Bayangkan jika dalam lima tahun, kami mau berjuang mengeluarkan uang, tenaga, hingga mengorbankan waktu untuk menghidupkan kembali klub, meskipun tidak ada pertandingan sekali pun, apakah hal tersebut juga bukan dinaamakan sebuah loyalitas?” uajrnya.

Menarik disimak kembali, apakah kebijakan terkait harga tiket ini juga menjadi awal test case management untuk mengarungi Liga 1 yang akan datang? Namun yang pasti, hingga detik ini, pihak management belum memberikan keterangan pasti terkait alasan kenaikan harga tiket tersebut kepada para suporter.

Oleh karena itu, kami menyatakan dengan terbitnya artikel ini, Green Nord memutuskan untuk melakukan aksi solidaritas kepada sesama BONEK lainya untuk tidak menghadiri pertandingan persahabatan ‘Blessing Game’ pada 18 Maret mendatang.

“Aksi ini adalah merupakan solidaritas. Bagi kami nominal Rp 50 ribu, bukanlah sebuah permasalahan, namun kami juga tetap memperhatinkan nasib sesama BONEK yang kemampuan finansialnya masih keberatan dengan harga tiket yang semahal itu,” kata Husin Ghozali atau yang akrab disapa Cak Conk ini.

Ia menambahkan, selagi aksi solidaritas tersebut dilakukan, rencananya Green Nord, tetap mendukung pertandingan Persebaya dengan melakukan aksi nonton bareng.

“Aksi tersebut tidak lantas secara serta merta kemudian kami tidak mendukung Persebaya dalam setiap pertandingan. Dukungan akan kami alihkan dengan kegiatan nonton bareng bersama firm atau komunitas BONEK lainya yang tersebar di seluruh Surabaya,” pungkasnya.

Hal ini bukan semata-mata berangkat dari ketidaksukaan kami kepada kebijakan management. Melainkan, membudayakan kesadaran bahwa, sepakbola adalah hiburan rakyat, yang terjangkau bagi siapapun para pecinta sepakbola di Kota Surabaya dan jauh dari sifat eksploitatif demi keuntungan bisnis pihak management.

Related posts

Mempertanyakan Paham Rasisme Rezim Edy Rahmayadi

Redaksi Green Nord

Player List Chant: Bersinergi Bersama Dari Tiap Lini

Redaksi Green Nord

PERSEBAYA BUKAN KERETA PRES..

Redaksi Green Nord

9 comments

amri 15 March 2018 18:21 WIB at 15 March 2018 18:21 WIB

kerennnnnnnn…
salam satu nyali….
dari pasuruan

Rusdi 15 March 2018 19:25 WIB at 15 March 2018 19:25 WIB

Kok Sampek Boikot Ya? Eman rek rek, GN 27 memilik basis yang besar, sayang jika boikot, gak ada cara lain?

Rizky 15 March 2018 20:07 WIB at 15 March 2018 20:07 WIB

Persebaya juga butuh dukungan walapun ini hanya laga persahabatan

SiMonTok 15 March 2018 20:42 WIB at 15 March 2018 20:42 WIB

Aksi GrennNord yg saya tggu, chant dan koreografi dan kekompakannya , patut disayangkan , ada boikot perihal Harga tiket naik jauh.

mohon diturunkan harganya pak management. Salam satu NYALI WANI.
harga stabil 35rb = supporter banyak yg akan datang

Reno farid 15 March 2018 22:03 WIB at 15 March 2018 22:03 WIB

Keren,,, artikelnya semakin dewasa cara berpikirnya..
Terbaiklah pokoknya..

Warga Lokal 15 March 2018 22:17 WIB at 15 March 2018 22:17 WIB

Hati kami bukan Ladang Basah

Khoirul ds 15 March 2018 22:52 WIB at 15 March 2018 22:52 WIB

WANI CAK !!!!

Fikri 16 March 2018 08:42 WIB at 16 March 2018 08:42 WIB

Iyo min mending dibubarno ae mesisan gae opo 50rb iku mending digawe mangan ae sakno bonek liyo e seng kesusahan golek duek mek gae tuku tiket mending delok ng omh daripada 50 ewu

rizal 16 March 2018 14:34 WIB at 16 March 2018 14:34 WIB

jangan gunakan loyalitas kami sebagai ladang bisnismu sepak bola untuk semua kalangan bukan hanya untuk kalangan atas saja

Comments are closed.

error: Content is protected !!