Uncategorized

Suporter Pemain Ke 12

SURABAYA-GN27.COM: Kehadiran suporter,  adalah element yang tidak dapat dipisahkan dari hingar bingar setiap pertandingan sepak bola. Selain menjadi potensi pemasukan bagi pendanaan sebuah klub profesional, fanatisme suporter juga menjadi teror tersendiri bagi pemain kubu lawan. Hal inipun juga diakui oleh Capo Ipul, menurutnya kekompakan suporter di dalam stadion mampu memberikan tekanan psikis tersendiri bagi pemain. 

“Riuh, gegap gempita, semangat puluhan ribu orang melalui lagu-lagu suporter (chant, red) adalah momok, khususnya bagi musuh Persebaya yang sedang bertanding di Gelora Bung Tomo,” ujarnya saat ditemui setelah Kopdar Green Nord Tribune, kemarin malam (22/03).

Di sisi lain, teriakan suporter atau yang kerap disebut pemain ke-12 ini, adalah motivasi bagi para pemain Persebaya untuk bisa tampil all out dalam setiap laga yang di jalani oleh tim Bajul Ijo. Hal tersebut lanjutnya, juga telah terbukti dalam pertandingan Blessing Game melawan Serawak FA.

Berhadapan dengan tim kasta kedua liga Malaysia itu, Persebaya yang bertindak sebagai tuan rumah seperti kehilangan gairah bermain. “Kordinasi permainan diantara pemain sangat lemah, tidak ada semangat sama sekali, gaya bermain yang khas dari Persebaya (ngeyel, red) juga tidak terlihat. Hal tersebut terjadi karena pada laga itu, jika melihat kapasitas stadion yang mencapai 55 ribu, hampir 41 ribu Bonek tidak hadir memberikan dukungan secara langsung di stadion. Dengan demikian, pemain Persebaya pun juga sangat membutuhkan kehadiran suporter dalam setiap laga,” lanjutnya.

Senada dengan Capo Ipul, salah satu Bonek lainya juga mengungkapkan hal yang serupa. Icang menuturkan, element suporter harusnya diletakan menjadi subyek dalam setiap perjalanan sebuah klub sepakbola. Suporter tak hanya lantas menjadi lumbung penghasil pundi-pundi rupiah saja bagi management, melainkan nyawa sebuah tim baik ketika menjalani laga home ataupun away.

“Bonek, dengan segala bentuk fanatismenya telah membuat klub ini benar-benar hidup kembali. Bahkan, begitu luar biasanya adalah, ketika mendengar nama Bonek saja, ada efek semacam teror psikis yang langsung dirasakan pemain lawan,” ujarnya.

Belum lagi, tambahnya, antusiasme Bonek dalam laga home Persebaya rata-rata mencapai 40 ribu penonton, jumlah ini tentu tidak termasuk dengan laga-laga klasik dan big match, juga derby yang selalu penuh sesak penonton hingga meluber di luar stadion sekalipun.

“Artinya, dalam era sepakbola modern seperti saat ini. Keberadaan suporter menjadi vital bagi keberlangsungan hidup klub. Suporter bukanlah sekelompok manusia yang terus dieksploitasi kemampuannya secara materi demi keberlangsungan bisnis klub semata, tapi kehadiran suporter dalam setiap pertandingan di stadion adalah merupakan pemain ke-12,” tukasnya.

Sementara itu, Husin Al Ghozali juga menghimbau kepada seluruh element suporter Persebaya, agar hadir memenuhi setiap sudut tribun dari Gelora Bung Tomo pada pertandingan kandang perdana melawan Perseru Serui Minggu sore mendatang (26/3).

“Juga menyampaikan kepada seluruh Bonek, khususnya penghuni tribun utara, agar mempersiapkan diri karena akan ada aksi hujan roll paper. Dimana rulenya adalah one man ten roll paper (satu orang sepuluh kertas roll, red). Kreatifitas ini, adalah aksi semata-mata untuk memberikan dukungan secara penuh kepada para punggawa Persebaya untuk bisa meraih tiga point perdana di kandang kita,” imbuhnya.

Salam Satu Nyali, WANI!
#KAMI BONEK

Related posts

Suroboyo Wani

Redaksi Green Nord 2

Bangga Beli Asli part II

Redaksi Green Nord

HASIL KOPDAR GREEN NORD27

Redaksi Green Nord 2

1 comment

Yossy 26 March 2018 13:27 WIB at 26 March 2018 13:27 WIB

Bonek emang suporter paling berisik di Indonesia. Capo Ipul & Cak Tessy kagak kalah sama Giancarlo “il Barone” Capelli ( il capo della curva sud Milano ). Usul saja, gimana kalau Green Nord & Tribun Kidul membantu Bonek di tribun barat & timur dalam membuat koreo kertas terutama saat laga lawan arema. Ini akan menjadikan Bonek sebagai suporter pertama di Indonesia yg mampu bikin koreo kertas yg melingkupi semua tribun stadion. Kita balas chant rasis mereka dengan kreativitas tepat di depan mata mereka. Itu akan jadi pukulan telak bagi mereka. Grazie mille !

Comments are closed.