Persebaya

Jika Persebaya Adalah Sebuah Kereta, Jangan Pernah Sesekali Beli Sparepart Bekas!

SURABAYA-GN27.COM : Berkaca pada ucapan Presiden Persebaya Azrul Ananda, tentu kita tak akan lupa dengan ucapannya yang menganalogikan PERSEBAYA bagai sebuah kereta yang harus terus berjalan. Ya, kini ‘kereta’  itu berjalan sangat cepat, cepat sekali!

Namun sayang, ‘kereta’ yang berjalan cepat itu seolah mengabaikan faktor keselamatan dari semua sisi. Mengapa demikian, menarik untuk diperhatikan. 

Dengan mendekati masa berakhirnya bursa transfer Liga Indonesia, PERSEBAYA terkesan terburu buru dan cenderung ceroboh dalam memboyong pemain. Celakanya, posisi-posisi pemain tersebut adalah merupakan mesin dari ‘kereta’ yang cepat itu.

Bagaimana tidak, tercatat sejumlah nama besar calon pemain dengan kemampuan mumpuni ditolak mentah-mentah oleh jajaran tim manajemen. Mulai dari yang ditolak dengan alasan tidak sesuai kebutuhan tim, hingga alasan lainnya yang sangat tidak masuk akal, seperti biaya kontrak yang dinilai tinggi untuk sekelas pemain profesional di Indonesia. 

Contoh kasusnya dalam hal ini adalah ditolaknya Andik Vermansyah yang masih memiliki produktifitas dari segi permaianan. Dari segi usia, Andik juga masih memiliki prospek cukup panjang, namun kemudian, lewat drama surat cinta sang Presiden klub, pemain asli produk binaan kompetisi klub internal Perseabaya ini ditolak karena nilai kontraknya mahal. Sehingga opsi perekrutan pemain beralih kepada sekelas Dutra yang sudah mendekati masa pensiun, jika dibandingkan dengan nilai kontrak Andik, Dutra memang jauh lebih murah. 

Dari peristiwa diatas, jelas terlihat adanya kesan terburu buru tanpa memikirkan jangka panjang kedepannya. Bahkan, melihat rekrutan teranyar tim berjuluk Bajol Ijo ini adalah Da Silva eks Bhayangkara FC. Mengutip dari Jawa Pos hari ini Jumat (23/3) bahwa dikontraknya Da Silva karena alasan sebelumnya telah terdaftar sebagai pemain tim lokal (Bhayangkara FC), tentu ini adalah alasan terkonyol dalam sejarah dunia sepakbola tanah air atau bahkan dunia. 

Belum lagi jika Mengingat di Bhayangkara FC, Da Silva sangat tidak produktif dan menjadi penghangat bangku cadangan saja.

Padahal rumor yang berkembang sebelumnya, management juga tengah mengincar Comvalius yang sebelumnya menjadi Top Skor Liga 1 2017. 

Namun, di menit terakhir Comvalius ditolak, dan management lebih memilih mengontrak Da Silva sebagai pengisi skuad ‘kereta’ PERSEBAYA pada Liga 1 musim ini. Ditambah lagi, sebelumnya juga telah merekrut Robertino Pugliara yang memiliki track record buruk dan hingga saat ini masih belum terlihat kontribusinya dalam segi permainan tim.

Maka tak heran, jika dalam konferensi pers yang telah dilakukan Azrul Ananda beberapa hari yang lalu menyampaikan, target finish Persebaya atau ‘kereta’ sang Presiden hanya bertahan di papan tengah klasemen, apakah sang Presiden klub lebih memilih dari segi keberlangsungan bisnis ketimbang prestasi dari klub kebanggaan masyarakat Kota Pahlawan, dengan merekrut pemain yang hanya sebatas murah dan mudah dalam segi administrasi? layak kuta tunggu kiprah konsepsi ‘kereta’ dari Azrul Ananda semusim mendatang. 

Related posts

Kegundahan Sikap Politik Management Persebaya Ala Azrul Ananda

Redaksi Green Nord 2

Industrialisasi Blessing Game, Ini Pernyataan Sikap Green Nord Tribun

Redaksi Green Nord

Melawan Tim Baru Belum Pantas Dijadikan Derby

Redaksi Green Nord 2

4 comments

Cha 24 March 2018 21:47 WIB at 24 March 2018 21:47 WIB

Loh, emg david da silva penghangat cadangan di bfc? David da silva bukannya di bfc baru masuk musim ini dan sekali main fc tokyo dgn konstribusi dia bfc bisa cetak gol? Amit nuwun sewu kulo mek tanglet, kulo mboten ngertos lur ?

Jambean is Green 24 March 2018 21:47 WIB at 24 March 2018 21:47 WIB

Main ae durung kok wes dicelatu cak cak. Tolak ukure iku kompetisi, ojo pramusim, soale bedo tim bedo pola permainan, nyatane Comvalius nang Bali topskor, tapi nang Thailand yo mandul, malah dadi pemain cadangan. Angger disyukuri ae akhire Persebaya yo tuku striker asing. Lak wingi2 pengen iku seh?
Haruse lak selama pemain wes berseragam Bajul Ijo iku lak termasuk pemain kebanggaan a? Masio mantane Bhayangkara. Mosok yo lek ngegolno gak mok rayakno?
Percoyo ae opo angele?
Misal maine ternyata elek silahkan kasih kritik, iki latihan ae durung lho.

#SalamSatuNyali

Unknown 24 March 2018 23:10 WIB at 24 March 2018 23:10 WIB

tambah suwi tambah gak ngerti karo jalan pikirane wong wong “gede” sing nyekel persebaya. gak juelas blas. Persebaya gak mek perkoro duwek, nek gak isok njogo, ojok ngerusak PERSEBAYA KU ! LOVE PERSEBAYA, HATE MANAGEMENT !

Andi 25 March 2018 17:29 WIB at 25 March 2018 17:29 WIB

Cak tulisan koe seperti anak bocah saja yg hanya melihat prestasi tanpa melihat perjuangan tim itu, tidak ada tim yg berjuang instant (persebaya baru bangkit 1 tahun). Seperti anda juga sudah menyerang individu (presiden), apakah kalian sudah dimasuki roh-roh tidak jelas? Kemarin harga naik 15rb protes tapi skrg ingin pemain mahal? Masuk akal kah, KLUB SUDAH TIDAK DI SUBSIDI PEMDA SEPERTI JAMAN DULU, SKRG HARUS ADA PERHITUNGAN (BISNIS) SUPAYA KITA BISA MELIHAT TIM KEBANGGAN KITA ADA DI LIGA 1 SELAMANYA. DAN MENDAPATLAN BONUS MASUK AFC DAN SETERUSMYA. AMIIIIN

Comments are closed.