Bonek

‘Fokus Persebaya Prei Asmoro’ Spirit dan Romansa Micko Pratama di Tribun GreenNord

SURABAYA-GN27.COM : Bisa dibilang ia masih belia, baru menginjak usia 16 tahun, namun soal gairah semangatnya atas mendukung tim Persebaya tak perlu diragukan. Bahkan tak jarang, ia mampu mengubah mindset teman-teman dalam satu komunitas/firmnya yang bernama Joss Boys Casual untuk tidak pernah lelah bersuara lantang, bernyanyi di belakang pagar tribun selama 2 kali 45 menit demi membakar semangat para pemain Persebaya Surabaya.

Bagi Micko, Persebaya adalah wujud cinta sejatinya setelah kedua orang tuanya. Menurut Bogang, teman satu firm Micko mengatakan, selain orang tua, tak ada lagi yang mampu mengalahkan kecintaannya terhadap Persebaya.

“Sampai dia itu punya pedoman, ‘fokus Persebaya, prei asmoro’. Dan hal itu, selalu ia buktikan dengan totalnya ia dalam mendukung klub kebanggaannya,” ujarnya kepada tim GreenNord27.com.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sinyo, yang juga teman satu firm Micko. Ia mengatakan, pernah suatu waktu, dirinya ditegur karena pada saat berdiri di tribun tidak menyanyikan lagu-lagu dukungan kepada Persebaya.

“Kebetulan firm kami adalah penghuni tribun utara. Sosok almarhum pernah bilang kepada saya, kalau kamu di stadion cuman nonton, mending lihat di layar televisi saja. Tapi, kalau kamu benar-benar mengakui dirimu adalah suporter, bernyanyilah untuk mendukung tim kebanggaanmu,” ceritanya.

Sementara itu, kecintaannya kepada Persebaya ternyata juga mampu membuat berseminya cinta Micko kepada sang pujaan hati. Dekat secara personal sejak 12 Agustus tahun lalu, Chici menjadi perempuan yang ia pilih untuk melabuhkan segenap harapan yang ingin dibangun secara bersama-sama.

Meski terbilang cukup singkat waktu penjajakan mereka, hal tersebut cukup bagi Chici untuk mencintai pria yang berdomisili di Waru Kabupaten Sidoarjo ini.

“Almarhum adalah sosok yang supel, dan ramah. Keramahan dia membuatnya mudah bergaul dengan siapapun,” ungkap Chici.

Semenjak kehadiran Micko, lanjut Chici, membuatnya semakin berhasrat untuk hadir di stadion dan mendukung Persebaya secara langsung bersama-sama.

“Sejak bersama, hampir dalam setiap match home Persebaya, kami tak pernah absen untuk datang ke stadion. Meski cintanya lebih besar kepada Persebaya, tapi justru di sanalah romansa kami tercipta,” lanjutnya.

Chici menambahkan, sifatnya Micko yang tulus dan rela berkorban, adalah hal yang paling membuatnya sulit melupakan saat-saat indah yang pernah dilalui bersama.

“Masih terekam jelas, bagaimana bahagianya saat melihat ia tersenyum, bagaimana rautnya wajahnya yang sedih saat ia cemburu, dan ketika mengetahui kabar Micko telah pergi selamanya, saya tak mampu mengurai kata, bahkan untuk sekedar mengucap kata rindupun tak mampu. Terlebih, saat hadir dan melihat makam yang menjadi tempat beristirahag terakhir Micko, air mata tak tertahan, tak kuasa terbendung, saya hanya bisa mendoakan agar Micko tenang, dan diberi kelapangan jalan menuju Surga,” imbuhnya.

Micko, meski ragamu tak lagi terlihat di sini, di tribun ini, bersama kami. Tapi semangatmu, jiwamu, dan kecintaanmu, akan terus bersemayam di dalam hati kami. Tenang dalam kuburmu saudaraku, doa kami akan terus terpanjat setiap waktu, cerita-cerita perjalananmu akan tetap terpatri dalam kenangan kami dan tak akan lekang dimakan waktu. Selamat jalan Micko, bahagialah selalu di tribun surgamu.

Related posts

Estafetan Bukan Sarana Maling. Usut Tuntas ‘Boling’

Redaksi Green Nord 2

Jangan Kasih Ampun Tim Kloningan

administrator

Persebaya Harga Diri Kami

operator website