Bonek

Teror Bonek Rusak Fokus Pemain Lawan

SURABAYA-GN27.COM : Hasil seri yang didapat ketika melawan Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, kemarin Minggu (22/04/2018), salah satu faktornya adalah akibat teror nyanyian dari bonek selama 90 menit. Hal tersebut, diakui secara langsung oleh Pelatih Sriwijaya Fc, Rahmad Darmawan. Menurutnya, sangat jarang bagi ia menemukan atmosfer yang begitu berisik nyanyian suporter secara konstan selama 90 tanpa henti.

“Siapapun, tim manapun, pemain seperti apapun, jika merasakan atmosfer suporter tuan rumah yang begitu berisik seperti ini, pasti mendapat tekanan psikologis yang luar biasa,” katanya saat jumpa pers seusai pertandingan.

Baginya, ini adalah pengalaman yang luar biasa selama karir menjadi pelatih tim sepakbola di Indonesia.

“Berisiknya seisi stadion membuat 15 menit awal kordinasi pemain saya menjadi buyar, lantas lubang inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pemain Persebaya untuk mencetak gol pertama,” lanjutnya.

Akrab disapa coach RD juga menambahkan, menurutnya skema permainan Persebaya saat itu tidak ada yang istimewa.

“Praktis mereka (Persebaya, red) hanya mengandalkan kecepatan sisi sayap, dan minim kreasi motor serangan, bisa dibilang kami dikalahkan oleh suporternya,” imbuhnya.

Persebaya Adalah Sebuah Kebanggaan

Sudah menjadi sebuah rahasia umum, bahwa bonek adalah salah satu kelompok suporter di Indonesia yang memiliki tingkat loyalitas tinggi. Bahkan, dimanapun Persebaya berlaga, hampir bisa dipastikan di situ selalu ada bonek. Militansi tersebut, membuat nama bonek berkibar seantero suporter nusantara, tak jarang, pemain lawan sering kalah mental terlebih dahulu sebelum bertanding jika mendengar bonek hadir di stadion.

Hal tersebut, diakui oleh satu bonek yang bernama Bay. Menurutnya, bagi bonek tak jarang yang menganalogikan Persebaya adalah agama kedua.

“Karena agama kedua, tak sedikit bonek yang rela mengorbankan uang pemasukannya untuk memenuhi segala kebutuham dalam mendukung Persebaya berlaga dimanapun, bahkan luar pulau sekalipun,” ungkapnya.

Ditambahkannya, passion tersebutlah yang juga membuat bonek tak pernah mundur untuk melakukan dukungan ketika away days di kandang lawan.

“Meski dilarang oleh pihak kepolisian, atau bahkan suporter tuan rumah sekalipun, kami akan tetap berupaya untuk hadir memberikan dukungan. Hal tersebut telah kami buktikan ketika away days ke Lamongan. Meski Polrestabes Lamongan melarang kehadiran kami, tapi kami justru bisa berada satu tribun dengan curva boys dan LA Mania,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, bahwa tidak ada pihak manapun atau siapapun yang bisa melarang bonek untuk mendukung dan mengawal tim kebanggaannya.

“Persebaya adalah panggilan hati, Persebaya adalah jeritan jiwa, dimanapun berlaga, kami selalu ada,” tukasnya.

Sementara itu, ditemui dalam waktu yang berbeda, Dono Riots menceritakan pertandingan melawan Sriwijaya Fc kemarin adalah memiliki arti tersendiri baginya. Sepeninggal almarhum Micko Pratama akibat peristiwa bentrok beberapa hari yang lalu, laga ini bisa dibilang laga tirbute untuk Micko.

Meskipun tak ada “One Minute Silence” dari official tim, dan tak ada pemakaian pita hitam sebagai tanda berduka, namun momentum Tribute For Micko tetap berjalan dengan khidmat.

“Kami memang sebelumnya tidak pernah saling kenal secara personal. Namun, mengetahui bahwa Micko adalah bonek, hal itu cukup bagi saya untuk mengatakan bahwa almarhum adalah saudara saya,” ungkapnya.

Memang hanya sebatas doa dan apresiasi dalam stadion yang dapat dipersembahkan bonek untuk Micko Pratama. Berawal menyanyikan lagu ‘Sampai Jumpa’ karya Endank Soekamti, dan disertai menyalakan flashlight handphone.

“Setelah itu, pada menit 17 saat pertandingan berlangsung, dimulai dari inisitaif kawan-kawan Green Nord Tribune melakukan standing applause selama satu menit dilakukan secara serentak dan diikuti bersama oleh semua BONEK yang hadir, mulai dari Tribun Utara, Timur, Selatan, hingga VIP,” ceritanaya.

Di akhir pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut, Bapak Sukemi ayah Alm. Micko tampak berjalan ke Tribun Utara. Dengan mata yang berkaca kaca menahan haru, sang ayah mengapresiasi apa yang telah dilakukan BONEK. “Terima kasih rek, dungakno gawe anakku yo. Salam Satu Nyali!” ucap beliau setibanya di depan Tribun Utara.

Related posts

Green Nord 27 Tribune is Our Home

Redaksi Green Nord

#BondoAway, Bukti Cinta Bonek Terhadap Persebaya

operator website

Zero Accidents, Kampanye Cerdas Bonek Disasters Respons Team

Redaksi Green Nord
error: Content is protected !!