Bonek

Tak Hanya Mandiri, Bonek Juga Kreatif. Ini Buktinya!

Loyal, Royal, Total #part 2

SURABAYA-GN27.COM : Eksistensi, adalah satu kata yang wajib dimiliki oleh sebuah kelompok suporter. Kata ini menjadi gengsi persaingan tersendiri di blantika dunia sepakbola tanah air. Untuk mendapatkan eksistensi tersebut, terdapat banyak cara yang bisa dilakukan. Tanpa terkecuali bagi Bonek, khususnya yang menghuni tribun utara.

Bagi Green Nord 27 Tribune, eksistensi dapat diraih dengan cara-cara yang sifatnya positif, edukatif, dan berdikari. Tak jarang, mereka (Green Nord 27 Tribune, red) kerap mempertunjukan aksi kreatif melalui koreografi yang tertuang dalam aksi visual gambar baik 3d ataupun 2d. Tak hanya itu, aksi hujan paper roll yang dilakukan dengan format one man ten paper roll juga pernah dilakukan, dan tentunya, yang menjadi salah satu ciri khas GN bagi sebutan mereka, adalah dengan bernyanyi lantang di balik pagar tribun tanpa henti selama 2×45 menit.

Menurut Adam Ghozali, salah satu Bonek penghuni tribun utara mengatakan, bahwasanya eksistensi merupakan sebuah bonus, yang artinya itu bukanlah tujuan utama.

“Yang terpenting, dan menjadi fokus utama kami adalah mendukung Persebaya tanpa kenal lelah,” katanya saat ditemui di kediamam pribadinya.

Jika hanya ingin mengejar eksistensi, lanjutnya, terlebih eksistensi tersebut hanya sebatas di dunia sosial media, itu bukanlah jatidiri suporter.

“Menjadi suporter pada hakikatnya adalah mendukung klub kebanggaan, bukan mencari tenar secara individu maupun kelompok yang hanya sebatas berkoar di sosmed, itu yang harus disadari,” lanjutnya.

Seolah sepakat dengan Adam, pendapat yang sama juga terlontar dari BAY. Ia bercerita, di Tribun Green Nord sendiri sedikitnya sudah membuat puluhan aksi kreatif koreo baik menggunakan potongan-potongan kertas, maupun gambar dalam kain yang berbentuk 3 dimensi.

“Sebagai insan suporter wajib hukumnya menggunakan kecerdasan intelektual dalam mewujudkan dukungan kepada klub kebanggaan. Kecerdasan tersebutlah yang kemudian bagi para penghuni tribun utara lainya, diejawantahkan dalam bentuk aksi koreo di atas tribun,” ujarnya.

Tentu, bagi para pemain yang dibutuhkan adalah teriakan lantang dari para suporter dan aksi-aksi kreatif yang mampu membakar semangat.

“Kedua hal tersebut, adalah merupakan bahan bakar utama yang dibutuhkan para pemain untuk berjuang meraih tiga angka dalam setiap pertandingan,” tukasnya.

Ia menambahkan, membuat aksi koreo di atas tribun dan yang melibatkan ribuan suporter di dalamnya tentu bukanlah pekerjaan yang mudah, selain dari kordinasi setiap individu yang harus cermat, juga dibutuhkan biaya yang tak sedikit pula. Green Nord 27 Tribune sendiri, selama ini menggunakan cara yang mandiri untuk memenuhi kebutuhannya dalam mendukung Persebaya Surabaya.

“Salah satunya adalah, dalam setiap match home ataupun ketika kopdar, kami selalu memutar kotak kardus swadaya. Dimana setiap hasil yang diperoleh langsung dihitung dan diawasi oleh para Bonek lainya di dalam forum. Selain itu, kami juga mendirikan sebuah sub usaha yang bergerak dalam bidang marchendise, yang juga sekian persennya dalam setiap keuntungan yang didapat digunakan untuk belanja segala kebutuhan aksi-aksi kreatif yang ajan dipertunjukan,” imbuhnya.

Karena itu, hal ini awalnya adalah berangkat dari keyakinan kami, keteguhan hati kami, kemampuan kami, kepercayaan kami, ketulusan kami, dan totalitas kami dalam mendukung klub kebanggaan kami Persebaya Surabaya. Karena ‘Our Tribune Our Rules’. Maka, haram hukumnya bagi kami untuk mengemis, atau menjadi kaum proposalis meminta uang kepada instansi manapun, terlebih kepada management klub.

Related posts

PYROSHOW DI MATA BONEK

Redaksi Green Nord 3

Dari Bonek, Maklumat Untuk Polisi

Redaksi Green Nord 2

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 3)

Redaksi Green Nord 2
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: