Uncategorized

Banyak Dapat Apresiasi, Green Nord 27 Tribune Tak Mau Jumawa

SURABAYA-GN27.COM : Setelah dalam dua laga kandang terakhir Persebaya tak mampu meraih kemenangan, akhirnya pada saat melawan Arema Fc, tim yang berjuluk Bajol Ijo itu dapat merenggut tiga poin. Hasil positif tersebut, juga tak lepas dadi militansi suporter Persebaya yang secara simultan dan konsisten bernyanyi, memberikan teror kepada pemain lawan sepanjang pertandingan.

Salah satunya adalah Green Nord 27 Tribune, tak hanya lantang dalam bernyanyi, tribun utara juga mempertunjukan aksi kreatif dari koreo kain yang terbentang sebesar 35 meter. Tak hanya itu, terdapat juga sebelumnya aksi teatrikal, dengan membawa peti mati yang diarak oleh 4 pria berjubah hitam, dan seorang lainya membawa karangan bunga.

Bahkan, salah satu official Account Indosuporter, melalui twitnya menyebut, menyaksikan atmosfer yang ditunjukan oleh Green Nord 27 Tribune pada laga kemarin, tak ubahnya seperti sedang menyaksikan aksi ultras pertandingan derby Intermilan vs AC Milan.

Disisi lain, Striker Arema Fc Thiago furtuoso menyebut, aksi Bonek kemarin atmosfernya sama seperti para ultras Klub Palmeiras di liga Brasil.

“Kalau anda sedang pergi ke Brasil, dan melihat sepakbola di sana, atmosfer suporternya sama persis dengan yang ditunjukkan mereka (Bonek, red),” katanya seusai laga.

Apresiasi tersebut, berkat totalitas yang ditunjukan oleh Bonek. Menurut salah satu Bonek penghuni Tribun Utara, Ian Ramadhan mengatakan, aksi yang dipertotonkan kawan-kawan Green Nord 27 Tribune kemarin adalah pengejawantahan dari rasa cinta Bonek kepada Persebaya. Bahkan demi klub kebanggaan, suporter rela meninggalkan apapun termasuk keluarga.

“Selama mendukung Persebaya, satu kalimat yang kami pahami, Loyal, Royal Total,” ujarnya.

Meski mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, ia mengatakan Green Nord 27 Tribune tak boleh jumawa.

“Kami masih perlu banyak belajar lagi dan masih banyak kekurangan.
Tak pernah ada dalam kamus kami kata jumawa, justru berbagai sanjungan yang datang dari pihak lain merupakan kritikan bagi kami, agar di tribun kami tetap kreatif, tetap lantang, dan tetap sadar pada ruh suporter yang sejati,” imbuhnya.

Sementara itu, disisi lain terkait banyaknya kata sarkasme yang dinyanyikan oleh Bonek pada laga lawan Arema Fc kemarin, adalah edukasi yang positif bagi perkembangan dunia sepakbola di Indonesia, kata Icang, salah satu Bonek penghuni Tribun Utara.

“Psy war dalam olahraga, khususnya sepakbola adalah hal yang wajar. Yang penting hal-hal tersebut dilakukan selama 90 menit di lapangan,” ungkapnya.

Sehingga tak perlu lagi ada penyerangan antar suporter yang mengakibatkan hilangnya nyawa dari seseorang.

“Bersaing secara kreatif, bersaing tentang militansi, tak perlu saling menyakiti fisik atau bahkan membunuh,” harapnya.

 

Pak Presiden Klub, ‘Customermu mbois’

Sebagai seorang pemilik klub, ataupun Presiden klub, atau apapun namanya, memiliki basis suporter sefanatis Bonek adalah modal yang baik untuk pengembangan bisnis dari segi marchendise klub. Ya, semua klub profesional di seluruh dunia, mengacunya adalah industri sepakbola di Eropa. Tapi, tak lantas juga menyamaratakan kultur suporternya secara general.

Kami masih ingat betul, ketika statement anda menyatakan semua suporter di dunia adalah customer. Anda salah besar jika menganggap Bonek seperti itu. Harus anda ketahui, Bonek adalah suporter kultural bukan struktural, memang benar secara life style kami banyak mengadopsi dari suporter Eropa, tapi tentang ideologi kami jauh berbeda.

Tak perlu anda mendikte kami, karena kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk mendukung Persebaya. Namun sebagai Presiden klub, anda juga jangan anti kritik terhadap suara suporter. Ingatlah, suporterlah yang menghidupkan kembali klub ini, berjuang melawan kroni tirani para pejabat PSSI. Dan kami juga berterimakasih, karena anda telah menyelmatkan klub ini dari segi finansial dan manajerial.

Related posts

Persebaya Lebih Besar Dari Seorang Presiden Klub Sekalipun

Redaksi Green Nord

MAAFKAN KAMI

Redaksi Green Nord 2

KONFIRMASI ULANG YANG DAFTAR AWAY CIKARANG MELALUI GN’27

Redaksi Green Nord 2

1 comment

Yossy 8 May 2018 08:55 WIB at 8 May 2018 08:55 WIB

Minggu 6 Mei semua mata seperti melihat Curva Sud Milano beraksi di tribun GN 27. Laga home berikutnya lawan Persib, mari kita kejutkan saudara kita dengan koreo yg sejenis tapi dengan tema berbeda. Persaudaraan Bajol & Maung yg menutupi seluruh tribun utara hingga ke atas. Puncaknya Sept nanti lawan Persija adalah the real Indonesian Derby. Jujur saja Jakmania adalah saingan terberat Bonek dalam adu kreativitas. Mari kita kejutkan seluruh dunia dengan kombinasi koreo kain & kertas yg meliputi seluruh tribun baik utara, selatan, timur, barat. Untuk menegaskan perdamaian Bonek & Jakmania tentu temanya persaudaraan Bajol & macan. Kemarin, tribun barat sudah bikin koreo, kita tunggu tribun timur untuk bikin koreo karena strategis tepat di depan kamera TV. Ayo nabung dari sekarang ! Kita wujudkan koreo kain & kertas yg menutupi seluruh tribun baik atas maupun bawah saat lawan Persija. Kalau kita mampu mewujudkannya, kita lihat apakah bedhes gunung masih berani menyebut Bonek gembel. Bersama kita bisa !

Comments are closed.

error: Content is protected !!