Persebaya

Tak Hanya Slogan, #BanggaBeliAsli Adalah Ideologi Tim

SURABAYA-GN27.COM : Sejak kemunculannya pada era perserikatan dalam kancah sepak bola tanah air sejak 1927 silam, Persebaya Surabaya dikenal sebagai salah satu klub produsen pemain berkelas bintang. Para pemain profesional ini adalah tak lain dan tak bukan, merupakan hasil proses yang lahir dari kompetisi internal Persebaya. Tercatat nama-nama besar pemain seperti Budi Sudarsono, Bejo Sugiantoro, Mursyid Effendi, Anang Ma’ruf, Andik Vermansyah, M. Taufiq, Hariono, Tony Sucipto, hingga Slamet Nur Cahyo, adalah bukti produktifitas klub-klub kompetisi internal Persebaya Surabaya.

Belum lagi masuk pada era modern seperti sekarang ini, setidaknya pemain seperti Hansamu Yama, Satria Tama, Evan Dimas, Rahmat Irianto, dan Fahmi Al Ayyubi, juga merupakan jebolan hasil kompetisi internal Persebaya, yang kemudian mondar-mandir memenuhi panggilan untuk menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia dalam setiap turnament internasional.

Jika jauh ditilik dalam catatan sejarah, susunan pemain Persebaya 14 tahun yang lalu, dimana saat itu klub berjuluk Bajol Ijo ini menjuarai liga Indonesia tahun 2004, juga banyak bertumpu pada kiprah pemain-pemain binaan internal sekaliber Bejo Sugiantoro, Mursyid Effendi, Anang Ma’ruf, Mat Halil, dan Uston Nawawi.

Artinya, dalam perjalanan Persebaya, kehadiran pemain lokal hasil binaan kompetisi internal menjadi sangat penting. Sebagai “Arek Asli Suroboyo” para pemain ini, tentu telah mengenal karakter warga Kota Pahlawan, terutama karakter suporternya Bonek. Permainan ngeyel, hingga tak kenal kompromi, adalah karakter khas yang dimunculkan oleh para pemain lokal Persebaya sedari dulu. Justru, ciri khas permainan inilah yang mampu membawa Persebaya bersaing dengan klub di jajaran elit liga Indonesia dari masa ke masa.

Saat ini, di kompetisi Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya yang menjadi tim promosi dengan menjadi juara Liga 2 musim lalu, memiliki statistik hampir separuh skuad diisi pemain berasal dari hasil binaan internal. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang mampu menembus skuad utama Greenforce dalam musim ini, tercatat nama-nama seperti Misbakus Solikin, Oktavianus Fernando, Abu Rizal Maulana. Mereka secara konsisten mampu menembus hegemoni eksodus para pemain eks Persipura hasil pembelian Pelatih Angel Alvredo Vera pada bursa transfer pemain di awal musim.

Persebaya Vs Persipura

Pekan ke-11 Liga 1 Indonesia rencananya akan mempertemukan Persebaya kontra Persipura Jayapura, Selasa (29/05/2018) di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pertandingan sejatinya menjadi menarik, dan momentum yang baik bagi pembuktian kualitas pemain lokal binaan kompetisi internal Persebaya, untuk terus secara konsisten menampilkan performa terbaik, agar dapat merebut komposisi utama atau inti dalam kerangka tim Bajol Ijo.

Slogan ‘Bangga Beli Asli’ agaknya tak sekadar menjadi spirit dalam menjual merchandise original ala management saja. Melainkan, juga harus menjadi ideologi tim dalam mencari dan memanfaatkan bakat dan talenta para pemain binaan kompetisi internal Persebaya.

Jika Spanyol punya La Masia, lalu di Inggris terdapat West Ham Academy, Indonesia patutnya berbangga dengan memiliki Kompetisi Internal Persebaya. Karena menurut hemat kami, semakin banyak pemain muda lokal yang mendapat kesempatan bermain di kerangka inti klub pada sebuah kompetisi atau turnament, tentu akan selaras dengan prestasi tim nasionalnya. Bagaimana bisa, tim nasional sekelas negara Filipina, dan Myanmar yang dulunya menjadi lumbung gol bagi turnament kawasan Asia Tenggara, kini mampu menahan atau bahkan mengalahkan timnas Indonesia.

Maka dari itu, sudah saatnya bagi Persebaya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para pemain binaan internal untuk unjuk gigi.

Related posts

Harmonisasi Green Nord 27 Tribune

Redaksi Green Nord

Melawan Tim Baru Belum Pantas Dijadikan Derby

Redaksi Green Nord 2

MENYERAH ITU PECUNDANG

administrator