Uncategorized

Bangga Beli Asli part II

SURABAYA-GN27.COM : Hasil pertandingan terakhir yang diperoleh Persebaya saat melawan Perispura, menjadi catatan rangkaian hasil imbang selama tiga kali secara beruntun. Uniknya, hasil tersebut cukup dirasakan puas oleh pelatih Angel Alvredo Vera, hal itu ia lontarkan ketika konferensi pers sesaat setelah pertandingan. 

“Saya cukup puas dengan hasil pertandingan kali ini, yang terpenting kita mendapatkan poin meskipun itu hanya satu,” katanya.

Komentar tersebut tentu sangat mengecawakan. Kekecewaan itu, juga terlontar dari komentar Capo Ipul. Menurutnya, para jajaran management, pelatih, hingga pemain, seharusnya bisa melihat keadaan bagaiamana peejuangan Bonek untuk bisa hadir secara langsung dan mendukung penuh tim kebanggaannya.

“Ada suporter yang hanya memiliki kemampuan beli tiket pertandingan saja, sehingga ia harus jalan kaki menuju stadion. Belum lagi, Bonek yang masih duduk di bangku sekolah, dia juga harus pandai menyisihkan uang saku. Pengorbanan seperti ini yang tidam diketahui jajaran pelatih, management, dan pemain secara utuh,” terangnya.

Sehingga, tambahnya, jika melihat perjuangan para suporter sudah seperti itu, tak ada alasan bagi Persebaya untuk tidak bermain maksimal dan memperoleh poin penuh dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, hasil dari pembelian pemain yang dilakukan oleh Alvredo Vera, pada bursa tranfer di awal musim juga belum terlihat nyata kontribusinya pada permainan tim. Hingga pekan ke-11, tim berjuluk Bajol Ijo menduduki peringkat 10 pada klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan total poin 14 dari torehan 3 kali menang, 5 kali hasil imbang, dan 2 kekalahan.

Dari keseluruhan hasil pada seluruh pertandingan yang telah dilakoni Green Force, tercatat 9 pemain yang memberikan kontribusi gol, dan tiga diantaranya adalah pemain hasil binaan kompetisi internal. Ketiganya adalah Abu Rizal Maulana, Misbakus Solikin, dan Sidik Saimima, yang masing-masing mengoleksi satu gol.

Capaian gol tersebut, masih mampu mengimbangi dengan kontribusi eksodus mantan pemain Persipura yang diboyong di awal musim. Nama-nama seperti Osvaldo Hay, Ferinando Pahabol, dan Fandri Imbiri juga menorehkan masing-masing 1 gol.

Dari statistik di atas, menunjukan bahwa secara kualitas sebenarnya pemain binaan internal kompetisi Persebaya sebenarnya masih mampu bersaing untuk menjadi tumpuan utama. Sepak bola secara keprofesionalitas memang bersifat universal, artinya pemain dari daerah manapun bebas memilih untuk membela tim apapun. Namun, ketika potensi pemain binaan internal tak jauh berbeda, harusnya mereka juga mendapat porsi yang sama atau bahkan lebih luas.

Contoh nyata adalah Mat Halil, besar dalam kultur sosial masyarakat Kota Pahlawan, pemain mungil ini telah membuktikan kesetiannya mulai dari masa kelam dualisme management, dan pematian paksa, hingga Persebaya kembali diakui legalitasnya oleh PSSI. Hanya dari sisi angka usia saja yang mampu menghentikan karir Mat Halil di Persebaya.

Belum lagi ditambah keinginan Andik Vermansyah di awal musim yang ingin kembali membela Persebaya, namun ditolak oleh pihak management lewat drama surat cintanya. Padahal pemain sekelas Andik saat ini, jika ingin egois yang hanya untuk mengejar gaji mahal, dia bisa memilih tim manapun.

Artinya, keuntungan lebih dari memanfaatkan pemain binaan internal adalah, memiliki kedekatan dari sisi historikal kultur atau semangat kedaerahan yang mengakar. Sehingga, muncul rasa memiliki terhadap tim, dan dengan harapan dapat menjadi motivasi lebih untuk bermain secara total, dan hanya menang juga performa terbaiklah yang dipersembahkan kepada suporter.

Telah banyak cerita tim sepakbola di Eropa yang hanya mengutamakan sisi industri untuk memperoleh keuntungan dengan tujuan sustainable keuangan management, sehingga melupakan potensi pemai lokal yang dimiliki. Bahkan, mereka rela jor-joran dalam pembelian pemain di bursa transfer, demi mendongkrak gengsi nama besar tim, namun biasa-biasa saja dalam raihan prestasi. Artinya, jika tidak mampu memberikan prestasi atau kontribusi yang nyata pada tim, proses pembelian pemain Persebaya pada awal musim bisa dikatakan gagal

Related posts

KONFIRMASI ULANG YANG DAFTAR AWAY CIKARANG MELALUI GN’27

Redaksi Green Nord 2

Persebaya Lebih Besar Dari Seorang Presiden Klub Sekalipun

Redaksi Green Nord

Green Nord 27 Tribune Tidak Pernah Meminta Sumbangan Terhadap Management 

Redaksi Green Nord 2