Uncategorized

Maklumat Untuk Manajer dan Pelatih Persebaya, MENANG Atau OUT!

SURABAYA-GN27.COM : Kita berbicara tentang salah satu klub pendiri PSSI, kita berbicara tentang klub pertama peraih dua gelar juara liga Indonesia, kita berbicara tentang satu-satunya klub yang mampu mengawinkan gelar juara divisi 1 pada tahun 2003 dengan gelar juara divisi utama tahun 2004, kita juga sedang berbicara tentang klub pemasok pemain tim nasional.

Artinya, tim ini adalah tim penuh prestasi dan catatan panjang yang mengiringi setiap perjalanannya dalam kompetisi sepak bola nusantara. Tercatat hanya PSSI-lah yang mampu mendegradasi Persebaya melalui kompetisi yang curang, kotor, dan korup. Namun kini hal yang berbeda justru terjadi, dalam lanjutan liga 1 Indonesia, Persebaya untuk sementara terparkir dalam zona degradasi dengan peringkat 16 dari 18 klub yang berlaga.

Raihan ini, disebabkan dari hasil minor yang diperoleh tim berjuluk Bajol Ijo ini yang, dalam empat pertandingan terakhir tak mampu meraih kemenangan. Persebaya sebagai juara Liga 2 musim lalu justru lebih akrab dan nyaman dengan hasil seri dan kalah. Rangkaian hasil negatif ini, membuat Green Force berada satu tingkat di bawah Arema Fc yang notabene klub kloningan dengan Pelita Jaya.

Jika sudah seperti ini, apakah masih ada statement “Liga 1 masih panjang” yang keluar dari mulut Chairul Basalamah Manajer Persebaya, atau statement “kami puas dengan hasil seri, setidaknya kita masih dapat poin meskipun satu” yang pernah diucapkan Alvredo Vera Pelatih Persebaya dalam Pers Conference setelah pertandingan melawan Persipura beberapa pekan lalu.

Pertanyaannya adalah, mau sampai kapan seperti ini terus?

Azrul Ananda sebagai Presiden Klub seharusnya tak tinggal diam melihat keadaan tim seperti ini. Sekali saja kepercayaan Bonek hilang, tentu ini ancaman bagi kereta bisnis yang sedang anda bangun di Persebaya, bukankah kepercayaan adalah segalanya dalam berbisnis? Tengok saja, ketika pertandingan Blessing Game yang hanya dihadiri 10 ribu penonton, padahal seharusnya, jika menilik tajuknya, partai tersebut harusnya menjadi pesta bagi suporter, jajaran pelatih, dan segenap management atas gelar juara liga 2 musim lalu. Namun gagal, saat itu Bonek melakukan aksi solidaritas untuk tidak datang ke stadion karena keterlaluannya management yang mematok harga tiket untuk pertandingan yang sifatnya sekelas ceremonial dan syukuran.

Artinya, jangan sampai kehilangan kepercayaan dari Bonek untuk kedua kalinya. Hal ini tentu ‘not good for your business sir’.

Karena anda menggunakan sudut pandang bisnis untuk menghidupi Persebaya, maka bukankah kata Customer menjadi penting seharusnya bagi kereta bisnis anda.

Oleh karena itu, baca dan dengarkan pesan kami kali ini.

1. Evaluasi kinerja Manajer Persebaya, Chairul Basalamah. Selaku manajer dirinya tak mampu berbuat banyak, dalam menaikan moral dan semangat atau motivasi tim secara keseluruhan.
2. Evaluasi kinerja Pelatih Persebaya, Angel Alvredo Vera. Sebagai pelatih ia tak mampu menunjukan konsistensi skema permainan tim yang jelas, ditambah tak mempunyai motivasi untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.

Bagi Bonek, tak ada istilah atau hitung-hitungan untung rugi dalam memberikam dukungan kepada Persebaya di manapun bertanding. Hal tersebut juga terbukti dengan rilis yang baru saja dikeluarkan oleh PT. LIB selaku operator liga Indonesia yang mengungkapkan, klub dengan jumlah rata-rata penonton terbanyaj adalah Persebaya dengan catatan sebanyak 32.246 orang per pertandingan. Torehan ini ternyata mampu mengalahkan klub dengan basis suporter besar lainya seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Oleh karena itu, teruntuk Manajer dan Pelatih Persebaya, yang kami inginkan hanyalah menang. Sebab hanya kemengananlah yang mampu mendekatkan perjalan tim ini menuju juara. Jika diantara kalian tak memiliki motivasi lebih untuk merebut kemenangan dalam pertandingan Persebaya selanjutnya, silahkan angkat kaki dari tim kebanggaan kami.

Tak Lagi Garang, Bajol Ijo Tersungkur

Setelah kekalahan 1-0 atas tuan rumah PSM Makassar di pekan ke 13 (Minggu, 9/6), PERSEBAYA kini berada pada urutan 16 klasemen sementara Liga 1. Dengan memperoleh 14 poin, tak ayal PERSEBAYA harus bersaing dengan Perseru Serui, dan PSIS Semarang agar lolos dari zona degradasi. Meskipun masih menyisakan 2 laga tunda melawan Persija Jakarta dan Persib Bandung, tak serta merta membuat punggawa Bajol Ijo (julukan klub PERSEBAYA) bersenang senang.

Hal ini diungkapkan oleh Sri, seorang BONEK Tribun Green Nord 27. “Persebaya tidak boleh tenang-tenang saja, meskipun masih punya 2 laga tunda, harus tetap fight!”. Tak dapat dipungkiri, 2 laga tunda yang sedianya digelar setelah libur lebaran nanti bagaikan ajang hidup dan mati PERSEBAYA agar lolos dari zona degradasi.

Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Bayu yang juga BONEK Tribun Green Nord 27. “Bagaimana tidak mati-matian, Persebaya hampir tidak memiliki skema permainan yang paten sejak liga 1 bergulir. Sering bergantinya pengisi starting XI membuat Persebaya seolah sedang bermain uji coba saja”.

Related posts

Terima Kasih Coach Vera

Redaksi Green Nord

Awal Mula Tradisi Chant Class Dan Halal Bihalal Green Nord 27 Tribune.

Redaksi Green Nord 2

GN Peduli Lombok: Bonek Bagian Dari Rakyat

operator website