Uncategorized

Awal Mula Tradisi Chant Class Dan Halal Bihalal Green Nord 27 Tribune.

SURABAYA-GN27.COM : Waktu jeda kompetisi yang masih bertepatan dengan balutan suasana lebaran kali ini, dimanfaatkan oleh bonek para penghuni Green Nord 27 Tribune untuk saling bersilaturahmi. Ajang tersebut, menjadi ruang untuk saling mengenal kehangatan diantara setiap individu dengan individu lainya.

Di gelar Minggu Sore (24/06/2018), terlihat antusiasme ribuan bonek berbondong-bondong memenuhi setiap sudut Lapangan Karanggayam yang menjadi venue acara. Kepadatan itu mulai terlihat sejak pukul 15.00 dimana firm-firm yang tergabung sudah mulai memasang banner di sepanjang pagar tribun.

Salah satu bonek Tribun Utara, Ukie Riots mengatakan, tajuk acara kali ini adalah halal bihalal untuk semua bonek. “Kebetulan masih dalam suasana lebaran, jadi kita manfaatkan juga untuk silaturahmi, saling mengenal antara satu dengan yang lain,” katanya.

Pria yang dikenal dengan sapaan Dono ini menuturkan, hal tersebut adalah salah satu cara mengakrabkan diri agar bisa kompak selalu dalam setiap satu tribun mendukung Persebaya.

“Kekompakan inilah yang menjadi salah satu modal kami, untuk bisa terus bersuara lantang selama 2 x 45 menit demi membakar semangat pemain di lapangan ketika berlaga,” ujarnya.

Chant Class, Budaya Green Nord 27 Tribune Peninggalan Almarhum Oka Gundul.

Tradisi Chant Class Green Nord 27 Tribune dalam sejarahnya adalah ruang waktu untuk memahami dan menghafal setiap chant, yang kemudian dinyanyikan dalam setiap pertandingan dalam mendukung Persebaya baik laga home maupun away.

Tradisi ini, adalah salah satu budaya yang tercipta dari Almarhum Oka Gundul. Baginya, sangat penting diadakan Chant Class karena untuk memberikan pemahaman kepada bonek yang lainya tentang filosofi dan betapa pentingnya chant chant dukungan yang dinyanyikan suporter bagi pemain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ukie Riots, Oka Gundul adalah salah satu sosok yang oenuh inspirasi dengan menyebar energi positif demi perubahan bonek khususnya para penghuni Green Nord 27 Tribune.

“Melalui tradisi positif ini, kami dapat bersinergi, kami dapat memahami apa itu makna sejatinya suporter dalam mendukung klub kebanggannya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Dono, bagi Almarhum Oka Gundul, sebagai suporter sejati tentu tak hanya menyamakan spirit dalam memberikan dukungan kepada Persebaya, bahkan suarapun juga harus harus diseragamkan.

“Hal ini tak lain demi keluar suara suporter yang mampu menggetarkan jiwa para pemain. Dengan harapan, mereka juga mampu berjuang penuh, tanpa kenal kata menyerah selama pertandingan. Sehingga kemenangan dapat kita raih,” lanjutnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Alvaro Supangat, salah satu Capo Green Nord 27 Tribune ini memiliki harapan melalui tradisi Chant Class yang masih terus dilestarikan.

“Harapannya adalah agar para bonek penghuni Tribun Utara, dapat memahami setiap arti maupun filosofi dari setiap chant yang mereka nyanyikan. Sehingga tak hanya bersuara, tapi kita juga menyamakan rasa, semangat, dan hasrat untuk kembali mengantarkan kejayaan Persebaya,” pungkasnya.

Related posts

MAAFKAN KAMI

Redaksi Green Nord 2

Maklumat Untuk Manajer dan Pelatih Persebaya, MENANG Atau OUT!

Redaksi Green Nord 2

Kita Persebaya, Bukan Sekadar Slogan!

Redaksi Green Nord 2
error: Content is protected !!