Bonek

THE JAK, INI SIKAP KAMI!

Setelah rentetan yang terjadi mulai peristiwa Bantul, hingga match di Stadion PTIK Kebayoran Baru Jakarta Selatan, ini pesan untuk anda semua. The Jak BACA, INI SIKAP KAMI!

Bentrok Bantul

Duel klasik tim perserikatan harusnya terlaksana pada tanggal 3 Juni 2018 lalu di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, lantaran Persija tak memiliki homebase tetap, dan seluruh akses stadion layak di Jakarta telah digunakan oleh Timnas PSSI. Tapi duel dua klub raksasa tersebut batal, karena alasan keamanan dari buntut bentrokan dari kedua pihak suporter, yang kemudian alasan itu disepakati oleh pihak panpel pertandingan, kepolisian, dan management kedua tim setelah melakukan rapat terbatas.

Dari kejadian itu, kami intropeksi diri, meski tak sedikit pihak yang menghujat, dan menyudutkan kami. Kami telah mencoba menahan diri, bersabar pada itikad baik untuk tetap meredam gejolak negatif yang terjadi pada basis massa akar rumput.

Peristiwa PTIK

Akibat dari pembatalan pertandingan di Bantul, terputuslah kebijakan untuk memindahkan kembali stadion yang akan digunakan sebagai venue. Maka secara resmi pihak operator liga menetapkan tanggal 26 Juni 2018 untuk melangsungkan pertandingan tunda Persija melawan Persebaya Surabaya, serta ditunjuklah Stadion PTIK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebagai informasi, Stadion PTIK adalah fasilitas olahraga milik Kepolisian Republik Indonesia, salah satu yang menjadi alasan tempat itu dipilih adalah karena menjadi basis lokasi polisi, sehingga dapat menjamin sisi keamanan dari kedua tim yang akan berlaga.

Beberapa hari menjelang pertandingan, atau tepatnya pada 25 Juni 2018, sehari sebelum pertandingan panpel Persija memberikan keterangan bahwa tak akan menjual bebas tiket kepada suporter. Keputusan ini diambil, karena tidak memadainya kapasitas stadion untuk menggelar pertandingan besar. Tercatat kapasitas yang tersedia sebanyak 1000 kursi penonton, hanya saja pihak panpel mengirimkan undangan untuk menyaksikan secara langsung kepada individu-individu tertentu yang secara detailnya kami tidak tahu siapa saja itu.

Syukurnya, setelah dua kali tertunda, pertandingan tersebut akhirnya berkesudahan dengan hasil imbang 1-1.

Namun sayangnya, pada pertandingan tersebut terdapat beberapa kejadian peristiwa yang tak mengenakan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh kami.

Pertama, peristiwa pengusiran salah satu penonton yang dilakukan oleh penonton yang beratribut The Jak, alasannya karena penonton itu menggunakan atribut Bonek, dan terduga korban tersebut adalah anak dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nachrowi. Dari berbagai informasi yang coba kami himpun, status penonton tersebut adalah menerima undangan dari panpel pertandingan, lantas buat apa jikalau mengundang tujuannya hanya untuk mengusir saat pertandingan, padahal di sana juga terdapat Bonek lainya yang juga turut memperoleh undangan dari pihak panpel, salah satunya komedian Isa Bajaj.

Kedua, peludahan yang dilakukan The Jak terhadap Official Persebaya. Ketika itu, terlihat Official Persebaya dan para pemain sedang melewati lorong dari ruang ganti menuju lapangan. Dari sisi atas tribun terekam setidaknya ada dua suporter dari The Jak yang melakukan aksi peludahan sebanyak dua kali, polisi yang berada di lokasi hanya melambaikan tangan ke arah tribun.

Apakah ini cerminan mentalita Jakarta yang sering anda dengungkan, apakah ini cerminan suporter cerdas yang sering anda teriakan, apakah ini cerminan upaya perdamaian kalian?

Perlu kalian semua ketahui dan catat, PSSI sekelas federasi saja ingin mematikan Persebaya yang merupakan klub kebanggaan Kota Surabaya, kami lawan. Kami tak pernah mundur sejengkalpun melawan gurita mafia sepakbola tanah air, apalagi yang hanya anda sekelas suporter biasa berani meludahi official klub kami. Kita sama-sama mengerti apa arti dari psy war dalam sepakbola, kita sama-sama paham bagaimana meletakan makna ‘pertarungan’ dalam sepakbola.

Ini SIKAP dari kami Bonek Tribun Utara, untuk kalian semua THE JAK!

KAMI SAMBUT DI SURABAYA!

Demi Persebaya bahkan kami rela melakukan apapun. Karena ini kebanggan kami, ini harga diri kami, Persebaya sampai mati !

Gunakan kuota away 5% sesuai statuta PSSI. KAMI TUNGGU DI SURABAYA!

SALAM SATU NYALI. WANI!

Related posts

QnA Open Loyalis GN Media.

operator website

Menembus Batas Rivalitas Suporter

operator website

PYROSHOW DI MATA BONEK

Redaksi Green Nord 3

7 comments

damai khayalam 28 June 2018 01:04 WIB at 28 June 2018 01:04 WIB

karna persebaya adalah jiwa dan denyut nadi kami jak.beberapa usaha kita utk mewujudkan perdamaian malah lo rusak dengan sifat MENTAL GODERmu jak (LO JUAL TAK BORONG JAK)

Alex 28 June 2018 01:49 WIB at 28 June 2018 01:49 WIB

Gaonok seng komen ngene. Paido boys yo ga muncul ?

Alex 28 June 2018 01:50 WIB at 28 June 2018 01:50 WIB

Komenku ga metu cik

Bagus andi 28 June 2018 02:18 WIB at 28 June 2018 02:18 WIB

Gak gae koreo psywar koyok musuh arema tha min?

firman 28 June 2018 09:34 WIB at 28 June 2018 09:34 WIB

tunjukan kalo BONEK LEBIH BERMARTABAT DARI de jek..
note: klub musafir tapi masih bisa ikut kompetisi… only one in the world…

Soerya 28 June 2018 10:03 WIB at 28 June 2018 10:03 WIB

Kuota 100% untuk supporter mereka bukan masalah. Iki Suroboyo Cak!
Selamat datang nanti The Jak Mania.

Irianto 28 June 2018 23:37 WIB at 28 June 2018 23:37 WIB

WANI !!

Comments are closed.