Uncategorized

Kita Persebaya, Bukan Sekadar Slogan!

SURABAYA-GN27.COM : Sejak management meluncurkan dua kata ini, tentu ada maksud dan tujuan mengapa memilih kata ‘Kita Persebaya’. Dalam sebuah sistem manajerial klub profesional, mensinergikan semangat positif dari berbagai unsur adalah modal yang baik dalam mengarungi kompetisi.

Unsur-unsur seperti suporter, jajaran tim (pelatih dan pemain), hingga ke struktur midle-up management, semuanya saling menyatukan rasa meneguhkan hati, berjuang demi mempertahankan nama besar Persebaya Surabaya.

Menepikan ego pribadi, kelompok, dan mengutamakan keberhasilan Persebaya dalam meraih prestasi positif di kancah sepakbola nusantara adalah sebagaimana garis yang harus dilakukan oleh siapapun yang mengakui mencintai Persebaya tanpa kecuali.

Sejak tim ini kembali hidup di dalam jalur sebagaimana selayaknya sebagai tim sepakbola profesional, perubahan positif terus dan selalu diupayakan oleh elemen-elemen di dalamnya.

SUPORTER.

Bonek, mungkin telah diwariskan memiliki DNA darah militansi dan loyalitas layaknya pejuang kemerdakaan dahulu kala. Mulai dari jatuh bangunnya klub, Bonek selalu hadir, berdiri dalam barisan depan untuk menghadapi siapapun yang ingin menghancurkan keberadaan Green Force.

Kala itu, tercatat mulai dari federasi (PSSI, red), elit partai politik, hingga tak jarang terdapat beberapa gesekan dengan aparat kepolisian hingga TNI, semuanya selalu dihadapi Bonek dengan rasa tulus tanpa memikirkan rasa pamrih sedikitpun.

Bahkan, dalam catatan ekstrem tak jarang berbagai individu rela bertaruh nyawa demi Persebaya Surabaya. Diakui atau tidak, faktanya membandingkan keberadaan Bonek saat ini jauh lebih positif. Secara perlahan stigma negatif yang melekat dari dulu mulai tertepiskan, kesadaran bahwa mendukung tim kebanggaan tak seharusnya sampai berbuat hal yang justru merugikan nama baik Persebaya sudah di praktikan secara nyata.

Kehadiran, atau gairah suporter wajib hukumnya diperlukan dalam laga-laga sebuah pertandingan. Yang perlu diketahui adalah, di belahan dunia manapun, kehadiran suporter mampu mengubah hasil pertandingan berkat gairah dukungan kepada pemain, dan bahkan mafia sepakbola pun, juga tak jarang memanfaatkan kehadiran suporter sebagai pion dalam bidak permainan mereka.

Jadi jangan remehkan kehadiran kami sebagai suporter Persebaya Surabaya.

MANAGEMENT.

Tidak menampik, kehadiran management yang profesional dalam mengelola tim adalah salah satu indikator penilaian terhadap masa depan klub itu sendiri.

Azrul Ananda dalam mengambil peran sebagai Presiden klub menjadi angin segar bagi tim sebesar Persebaya. Sejak resmi menjadi pemilik klub, satu persatu perubahan positif juga ditunjukan dari hasil kerja pihak management.

Mulai dari perangkat pertandingan yang dikemas secara entertaining, pengelolaan keuangan, hingga fasilitas olahraga dan menghidupkan liga internal sebagai wadah pembinaan pemain-pemain muda, semua dilakukan demi perubahan Persebaya menuju era baru dalam babak sepakbola profesional.

JAJARAN TIM (MANAJER, PELATIH & PEMAIN).

Dalam lingkup kehidupan sepakbola profesional tak cukup mengenal kata selamanya. Karena pada nyatannya, tak bisa selamanya pula kita berkarir dalam sepakbola, selalu terdapat ruang-ruang batas tertentu, entah itu dari segi usia, kontruksi sosial masyarakat, etika dan moral, hingga ke gaji sebagai hak pemain.

Akan tetapi, di mata kami sebagai Bonek suporter Persebaya, akan mengabadikan siapapun nama-nama pemain dan pelatih, atau manajer tim yang bekerja di Persebaya atas nama cinta.

Bahkan, kami selalu merindukan kehadiran mereka yang tulus, dan bekerja menggunakan hati ketika memakai lambang Persebaya di dada.

Jacksen. F. Tiago, Andik Vermansyah, adalah sedikit contoh nyata bagaimana mereka sangat dicintai publik Kota Pahlawan. Meski datang sebagai lawan bertanding, nama mereka justru dieluh-eluhkan, bukan hujatan penuh teror.

Bagi para pemain, pelatih, ataupun manajer tim, tak perlu berkoar-koar, mengumbar kata profesional dalam bekerja di Persebaya, karena kualitas kalian, kami nilai dari kontribusi permainan tim di atas lapangan.

Dalam laga terakhir ketika laga away melawan PSIS Semarang, banyak peristiwa yang harus mendapat catatan secara khusus, baik yang terjadi di dalam pertandingan maupun di luar pertandingan.

Di dalam pertandingan, jajaran tim harus menenamkan di dalam hati bahwa dukungan Bonek tak pernah setengah hati, oleh karena itu bermainlah dengan sepenuh hati.

Yang menarik adalah peristiwa sesaat usai pertandingan kemarin. Tercatat dua nama pemain Persebaya yang bersih tegang dengan Bonek di dunia sosial media.

Bonek yang menanggapi adanya etika yang tidak pantas ditunjukan oleh kedua pemain tersebut seusai pertandingan. Bukan malah dengan rendah hati meminta maaf, justru kembali sikap arogansi yang dikeluarkan.

Perlu kalian ketahui, kami (Bonek, red) tak pernah dan tak akan mau mencampuri urusan pribadi siapapun yang menjadi ranah privasi. Namun, jika kelakuan tersebut tak mencerminkan kontribusi permainan di dalam tim, maka kami akan mengingatkan anda.

Kritikan kami, bukanlah untuk heboh menilai pribadi dari pemain, melainkan wujud nyata cinta kami kepada pemain.

Mengutip dari statement Andi Peci salah satu pentolan Bonek mengungkapkan, ‘Mencintai tak sekadar tentang keindahan, kelembutan, dan kasih sayang. Tak juga hanya tentang, kedamaian, ketenangan, dan kebersamaan. Cinta di sisi lain yaitu kemarahan yang ujungnya adalah merindukan’.

Kemarahan kami karena etika yang tak pantas anda tunjukan di tengah hasil kekalahan tim, dan permainan buruk tim. Pertandingan kemarin adalah salah satu catatan negatif Persebaya dalam berlaga, dimana dalam satu mali pertandingan, bajol ijo mendapatkan 6 kartu kuning, dan 1 kartu merah.

Apa yang bisa dibanggakan dari permainan seperti ini?

Kita Persebaya adalah gambaran jelas, bagaima sinergitas tiga element di atas, suporter, management, dan jajaran tim, harus saling menjaga dan bekerja sama dalam mengembalikan kejayaan Persebaya Surabaya.

Tidak hanya sekadar mencari keuntungan materi, tidak hanya sekadar untuk menjadi yang terbaik, namun siapa yang tulus mencintai Persebaya, dialah juaranya, dialah yang akan abadi dalam sejarah, dialah yang akan terus, dan selalu dikenang dari masa ke masa.

Salam Satu Nayli, WANI!

Related posts

Maklumat Untuk Manajer dan Pelatih Persebaya, MENANG Atau OUT!

Redaksi Green Nord 2

Awal Mula Tradisi Chant Class Dan Halal Bihalal Green Nord 27 Tribune.

Redaksi Green Nord 2

GN Peduli Lombok: Bonek Bagian Dari Rakyat

operator website