Persebaya

Harmonisasi Green Nord 27 Tribune

SURABAYA-GN27.COM : Dalam memberikan dukungannya, para suporter (Bonek, red) mempunyai cara dan pandangan yang beraneka ragam. Tak terkecuali di Green Nord 27 Tribune, tribun yang berisi pemuda-pemudi penuh kreatifitas ini memiliki ideologi, ketika di atas tribun saat pertandingan berlangsung, tak ada kegiatan lain selain bernyanyi penuh untuk Persebaya Surabaya.

Atas ideologi yang dipahami inilah, Green Nord 27 Tribune selalu terlihat militan dalam mendukung Persebaya. Hal tersebut dibenarkan oleh Cak Mat, Salah satu kordinator firm di tribun utara ini menjelaskan, dalam prosesnya yang membuat tribun GN selalu militan adalah setiap individu suporter telah paham bahwa Persebaya membutuhkan dukungan secara total saat bertanding untuk dapat meraih kemenangan.

“Kami lebih mengutamakan kemengan Persebaya daripada yang lainya. Oleh karena itu, kami berteriak di atas tribun untuk membakar nyali dan semangat pemain,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, terdapat banyak element di tribun utara yang bersinergi dalam setiap saat Persebaya berlaga.

Pertama adalah seorang capo. Sebagai pemimpin selama pertandingan, capo bertanggung jawab atas memantik gairah suporter, mengatur tempo bernyanyi, hingga meredam emosi suporter yang berlebihan.

“Capo tak ubahnya seperti masinis selama 2×45 menit. Ia harus tahu betul, bagaimana memompa semangat suporter untuk terus bersuara, dan kapan meredam emosi suporter yang berlebihan pada saat hasil pertandingan tak sesuai harapan,” ungkapnya.

Element kedua, dan yang tentunya sebagai poros adalah dikalangan suporter itu sendiri. “Di tribun GN sendiri diisi oleh kawan-kawan firm yang telah terdata, kehadiran mereka berperan membuat tribun semakin gemuruh dengan teriakan nyanyian. Selain itu, mereka juga berperan dalam eksekusi aksi kreatifitas seperti koreo dan giant flag di atas tribun. Suporter di sini juga berperan menyuntik semangat kepada pemain, dan menjatuhkan mental tanding pemain lawan,” ceritanya.

Cak Mat, juga mengungkapkan, element selanjutnya adalah sound system. Meski terdengar remeh, namun peranannya menjadi vital, karena tanpa pengeras suara, capo akan kesulitan memberikan arahan kepada puluhan ribu suporter yang ada di tribun.

Element ke empat adalah tim kreatif. Tim ini bertanggung jawab atas seluruh gagasan maupun ide dalam segala kreatifitas di tribun GN. Mulai dari sketsa jika ada koreo gambar 3d, mengkordinir pengadaan paper roll, hingga aksi kreatifitas lainya.

Yang tak kalah signifikan menurut Cak Mat adalah element kelima, yakni tim perkusi. Tim perkusi ini memiliki peranan menjaga ritme selama suporter (Bonek, red) bernyanyi. Selain itu juga, kehadiran mereka juga semakin menambah riuh gegap gempita di dalan tribun.

“Dari kesemua element ini, saling bersinergi, untuk memberikan efforts positif di tribun utara, sehingga dalam setiap pertandingan Persebaya, Green Nord 27 Tribune selalu militan baik laga home maupun away,” pungkasnya.

Dan tak lupa, Cak Mat juga kembali menegaskan bagi Bonek penghuni tribun utara untuk tetap mengenakan jersey Persebaya dan bersepatu selama melakukan aktifitas dukungan secara langsung di stadion.

“Hal ini selain kembali menasbihkan bahwa suporter adalah bagian penting dalam perjalanan tim yang merupakan pemain kedua belas. Sehingga, semua berbenah dan berubah demi prestasi Persebaya, dan menjaga marwah positif bagi Bonek itu sendiri,” tutupnya.

Keok dan Seri, Hasil Favorit Persebaya Selama Paruh Musim.

Persebaya harus rela menutup laga paruh musim dengan kekalahan. Bermain di kandang sendiri dan di hadapan puluhan ribu suporternya, Persebaya dikalahkan dengan skor 3-4 oleh Persib Bandung.

Kekalahan yang diterima oleh tim Bajul ijo, sontak mendapatkan reaksi negatif dari Bonek. Nyanyian bernada cacian dan sarkasmepun bergema ditujukan kepada tim besutan Alfredo Viera tersebut. Tak hanya nyanyian yang bernada sarkas, bonek pun menyalakan flare sebagai bentuk protes kepada manajemen karena kekalahan didapatkan Persebaya di laga kandang.

Sementara itu, menurut Alfredo Viera, ia mengakui bahwa timnya memang hari itu bermain jelek. “Kita tidak bermain bagus pada babak pertama, kita tau kita banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu dimanfaatkan oleh Persib untuk menyerang kita” tuturnya ketika jumpa pers seusai pertandingan.

Pada babak pertama, Persebaya tertinggal dua gol dari Persib. Gol tersebut tercipta dari bek andalan tim besutan Mario Gomes, Supardi Natsir. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Persebaya justru mendapatkan serangan yang berbuah Gol pada menit 53, Gol tersebut diciptakan oleh Ghozali Siregar setelah menerobos dua pertahanan Persebaya di kotak pinalti. Persebaya terus berusaha meningkatkan serangan. Banyak peluang yang diciptakan para pemain Persebaya namun sayangnya tidak ada satupun gol yang diciptakan. Masuknya Robertino Pugliara seolah memberikan angin segar, serangan Persebaya baru berbuah hasil ketika pada menit 57 , umpan silang Robertino kepada Ricky Kayame membuat Persebaya memperkecil kedudukan.

Persebaya seolah ingin membuktikan kepada ribuan pendukungnya bahwa mereka ingin mengejar ketinggalan. Serangan demi serangan terus mereka luncurkan, sempat menambah gol pada menit 64, lewat kerjasama antara Robertino Pugliara, Ricky Kayame diselesaikan sundulan ke gawang Persib oleh Fandi Eko Utomo , Persebaya berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-3. Alih-alih menambah pundi gol, Persebaya justru kebobolan di sepuluh menit terakhir pertandingan. Lewat sepakkan Ghozali Siregar, Persib menambah pundi Gol. Skor menjadi 2-4 atas Persib Bandung.

Pada menit ke 88, Persebaya mengejar skor, lewat tendangan pojok Misbakus Solikin yang diselesaikan oleh sundulan David Da Silva, Skor menjadi 3-4. Namun hingga menit akhir pertandingan, Persebaya tidak bisa mengejar ketertinggalan. Skor 3-4 ini ternyata menjadi hasil akhir pertandingan yang didukung kurang lebih 50 ribu penonton. (AP/RA)

Related posts

PLURALISME DALAM AJANG BLESSING GAME

Redaksi Green Nord

Menembus Batas Rivalitas Suporter

operator website

PERSEBAYA BUKAN KERETA PRES..

Redaksi Green Nord