Persebaya

PERSEBAYA ‘MAIN MAIN’

SURABAYA-GN27.COM : Tidak ada yang salah, Jika sebagian orang berpendapat bahwa sepakbola adalah hiburan semata, bahan melepas penat disela kesibukan dan rutinitas sehari-hari. Namun, bukan keliru pula, jika sebagian lainya menganggap bahwa menempatkan sepakbola menjadi salah satu dari identitas budaya, identitas kultur, hingga karakter yang melekat terhadap sebuah kontruksi sosial masyarakat.

Jika disederhanakan, kedua hal tersebut akan mengerucut menjadi dua kata yakni, harga diri and entertainment, tentu ini merupakan komposisi yang sangat tepat untuk menumbuhkan indusrti bisnis di dalam dunia olahraga khususnya sepakbola.

Persis seperti kondisi yang sedang dialami Persebaya Surabaya saat ini, bagi kaum borjuis, tim ini tak lebih sekadar bahan hiburan pelepas penat semata, atau bahkan, diantara kaum mereka, juga memanfaatkan tim ini sebagai ladang pengeruk keuntungan kantong kolega dan pribadi. Karena loyalitas dan fanatisme suporter adalah seperti perhiasan emas bagi sponsor, untuk mau mengucurkan sejumlah nominal kepada sebuah tim sepakbola.

Namun, bagi Bonek yang telah menasbihkan dirinya sebagai suporter Persebaya Surabaya, tim ini adalah salah satu cara mempertahankan identitas kota, tim ini adalah salah satu simbol harga diri masyarakat Kota Pahlawan. Sehingga di dalamnya harus dijaga, terkait korelasi harga diri dan karakter mayarakat Surabaya yang tercermin dalam segi permainan tim dalam setiap pertandingan.

Oleh karena itu, dikalangan para suporter, memperjuangkan dan menjaga Persebaya Surabaya agar tetap hidup dan bertahan dalam kancah tertinggi sepakbola tanah air adalah sebuah keharusan. Terlebih jika ada kelompok atau individu, yang sering kita sebut sebagai mafia ingin menghancurkan baik dari lingkup eksternal maupun internal tim ini, Bonek tentu tak akan tinggal diam.

Maka dari itu, pesan kami sebagai suporter kepada management dan jajaran tim adalah, jangan sekali-sekali ‘bermain’ di Persebaya. Jangan menjadikan Persebaya hanya sebagai mesin atau ladang pengeruk keuntungan materi, dan jangan jadikan Persebaya sebagai medium manuver-manuver lainya yang jauh dari kata sportifitas.

Jika memang sedang menjalan hal tersebut, kalian semua tahu, siapa yang akan kalian hadapi. Demi kebenaran Persebaya, kami akan berdiri dan bertarung melawan kebusukan kalian, karena tim ini adalah kebanggaan kami, karena ini adalah harga diri kami!

  • ABUD & AV OUT!

Terimakasih, karena telah membantu membawa Persebaya Surabaya menjadi juara Liga 2 PSSI tahun lalu, sehingga saat ini Green Force dapat berlaga kembali di Liga 1 PSSI. Namun, yang perlu menjadi catatan kalian adalah, peebedaan ketika Persebaya berlaga di Liga 2, seluruh pemain mempunyai rasa kebanggaan terhadap tim ini, sehingga hal itu tercermin dalam permainan mereka yang tak pernah kenal lelah berlari, tidak ada ego individu, bersahabat dengan suporter, dan yang terpenting adalah kemenangan Persebaya.

Menjelang memasuki awal musim Liga 1 bergulir, Persebaya marak menjadi perbincangan seluruh media massa dan suporter di Indonesia mengenai geliat bursa transfer pemain yang dilakukan. Nama pemain tenar sarat pengalaman seperti Octavio Dutra, hingga eksodus eks pemain Persipura Jayapura, di kombinasi dengan pemain hasil binaan liga internal seperti Misbakus Solikin, Oktafianus Fernando, Abu Rizal ‘Rodeg’, dll di yakini tim ini mampu berbicara banyak pada pertarungan liga musim ini.

Namun sayangnya, racikan ala Alvredo Vera tak berjalan mulus sesuai harapan hingga pertandingan terkahir lawan Persib Bandung, kemarin Kamis (26/07/2018). Persebaya lebih akrab dengan torehan hasil seri, dan kalah, sekalipun itu laga kandang yang didukung penuh ribuan Bonek.

Entah apa yang sedang terjadi dalam lingkup internal tim, sehingga banyak muncul kejanggalan yang terlihat dalam skema permainan Permainan.

Pertama, munculnya skema rotasi ala Alvredo yang cenderung acak dan bikin frustasi.

Catatan tersebut diperkuat dalam beberapa kali agenda konferensi pers yang diikuti oleh tim GN27.COM, AV selalu mengenakan alasan, akan memasang pemain dalam strategi tim ini jika pemain tersebut merasa siap bermain.

Bung, jika anda profesional dalam menjalankan pekerjaan anda, tak ada lagi kata antara siap atau tidak. Jika anda adalah seorang yang berkualitas, dalam kondisi sulit pun, anda akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan performa tim.

Jika tidak siap bermain membela Persebaya Surabaya, silahkan KELUAR!

Kondisi yang tak jauh berbeda juga ditunjukan oleh kinerja sang manager tim, Choirul Basalamah.

Abud sapaan akrabnya, terkesan tak melakukan tindakan yang kongkrit sehingga berdampak yang signifikan setidaknya dalam perubahan mental para pemain. Hanya berteriak di dalam lingkup bangku pemain, dengan sesekali berdiri di pinggir lapangan adalah ciri khas kerja Abud ketika Persebaya berlaga.

Namun di luar pertandingan, nyaris tak tersiar kabar bagaimana peran Abud membangun tim ini. Selayaknya seorang manager, secara sistemasi dalam keseluruhan tim adalah anda yang bertangung jawab, melihat kondisi Persebaya saat ini, tentu seharusnya tak bisa membuat anda hanya duduk tenang dan menikmati biskuit sembari minum teh di pagi hari. Harus ada terobosan baru yang kongkrit dari manager untuk menanamkan kembali pesan moral kepada seluruh jajaran tim, untuk tidak bermain semampunya di Persebaya Surabaya.

Dan jika dalam tempi dekat, andapun tak mampu berkontribusi banyak dalam membangkitkan kualitas permainana tim ini, silahkan KELUAR!

Persebaya bukan tim kemarin sore dalam sejarah sepakbola Indonesia, Persebaya juga bukan tim abal-abal yang diisi suporter bayaran.

Ini adalah tim penghasil pemain timnas, ini adalah tim pendiri federasi, ini adalah tim penuh prestasi, dimana memiliki suporter dengan militansi yang berani mati.

Related posts

Jangan Kasih Ampun Tim Kloningan

administrator

BANGGA SURABAYA

Redaksi Green Nord

Persebaya Harga Diri Kami

operator website
error: Content is protected !!