Uncategorized

GN Peduli Lombok: Bonek Bagian Dari Rakyat

SURABAYA-GN27.COM : Sejak tersiar kabar pada 5 Agustus 2018 yang lalu, bahwa telah terjadi gempa bumi di Lombok dengan kekuatan 7 skala Richter, berita duka ini, dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian utama publik tanah air. Hal tersebut, terbukti dengan datangnya gelombang bantuan baik berupa pakaian, obat-obatan, peralatan rumah tangga, hingga tenaga medis dan relawan traumatic healing.

Perhatian juga masif datang dari element suporter sepakbola, salah satunya Green Nord 27 Tribune. Terkenal dengan semangat militansinya saat memberikan dukungan kepada Persebaya, membuat Green Nord 27 Tribune tidak menutup mata akan peristiwa sosial yang sedang terjadi dikehidupan masyarakat.

Bermula atas inisiasi dari niat bersama, yaitu membantu saudara se-tanah air di Lombok, Green Nord 27 Tribune membuka posko penyaluran donasi baik berupa uang cash, pakaian layak pakai, bahan makanan, hingga mainan anak-anak.

Syukurnya, niat baik ini mendapat respon yang positif baik dari komunitas/firm suporter yang tergabung, maupun masyarakat umum juga tak sedikit yang turut berpartisipasi.

Kordinator GN Peduli Lombok, Husin Ghozali mengatakan, kegiatan ini merupakan ejawantah bahwa suporter juga bagian dari kehidupan masyarakat.

“Element suporter adalah juga rakyat, sehingga dalam tindak tanduknya juga tak bisa dilepaskan dari kontuksi sosial masyarakat. Pandangan inilah yang kemudian muncul niat untuk mendirikan posko dan menyalurkan bantuan langsung kepada korban terdampak gempa bumi di Lombok,” katanya.

Posko yang didirikan kawan-kawan bonek tribun utara ini, lanjutnya, telah berjalan kurang lebih selama seminggu lamanya. Selama dalam kurun waktu tersebut, telah terkumpul donasi-donasi dari masyarakat Surabaya.

“Setelah terkumpul, kami akan berangkatkan sendiri pendistribusian via jalur laut dengan menggunakan truck dari Surabaya,” lanjutnya.

Dibantu 10 relawan yang notabene juga bagian dari keluarga besar Green Nord 27 Tribune. Pendistribusian donasi bantuan akhirnya diberangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (21/08/2018) pagi, untuk kemudian diseberangkan menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat.

“Alhamdulillah dengan penuh keyakinan dan tekad, serta niat yang baik, akhirnya kami tiba di Lombok setelah menempuh psrjalanan laut selama kurang lebih 22 jam lamanya. Untuk kemudian memberangkat truck bantuan melalui jalur darat menuju posko Narmada Lombok Barat,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Conk ini.

Kini, bantuan telah disalurkan kepada masyarakat Lombok. Sebagian terpusat di dalam posko Narmada, dan sebagian lainya dikirimkan dengan dikawal relawan dan pemuda sekitar, untuk diberikan secara langsung kepada masyarakat yang masih tertahan di beberapa titik-titik kecil posko di beberapa wilayah.

“Senang rasanya, bisa melihat warga Lombok secara langsung dan memastikan bahwa mereka masih dalam kondisi relatif baik pasca gempa bumi. Sembari menyerahkan satu persatu bantuan logistik yang kami bawa dari Kota Pahlawan, kami juga bercengkrama dengan penduduk lokal. Terlebih, ketika beberapa anak-anak datang menghampiri kami. Tangis kami pecah tatkala melihat mereka sangat senang, gembira, menerima beberapa box sepatu yang berasal dari para donatur,” ceritanya.

Ia menambahkan, bangsa ini telah cukup terlatih dalam hal gotong royong rakyatnya sejak masa penjajahan silam. Tidak membedakan agama/keyakinan, serta latar belakang sosial dan pendidikan, jika terdapat saudara sedang tertimpa musibah maka telah menjadi panggilan hati bagi sebagian lainya untuk tergerak membantu pemulihan keadaan pasca bencana.

“Siapapun, kapanpun, dan dimanapun, rasa kemanusiaan tak akan bisa dibendung atau bahkan dibatasi oleh pihak tertentu. Karena yang menjadi penggeraknya adalah Tuhan secara langsung, sebab tanpa kuasa-Nya, hati manusia tak akan mampu tergerak, dan peduli kepada sesama. Inilah Indonesia, bangsa yang besar, yang dilimpahi penuh kasih sayang penduduknya, sehingga luka mereka adalah luka kita, senang mereka, pun juga senang bagi kita semua,” tambahnya.

Ayo, Lombok harus bangkit, Lombok pasti bisa, karena Lombok juga bernyali Wani. (AP/HB)

Related posts

Terima Kasih Coach Vera

Redaksi Green Nord

Banyak Dapat Apresiasi, Green Nord 27 Tribune Tak Mau Jumawa

Redaksi Green Nord 2

Persebaya Lebih Besar Dari Seorang Presiden Klub Sekalipun

Redaksi Green Nord