Bonek

Aduhh.. Suporter Big Match, Klubnya Mengeluh

SURABAYA-GN27.COM: Suporter sejatinya adalah pendukung setia sebuah tim. Kehadirannya memiliki fungsi ganda, yakni menyokong kebutuhan finansial klub, serta mengangkat moral dan semangat pemain tim kebanggannya dikala bertanding. Kehadiran suporter di stadion menjadi tolak ukur terhadap eksistensi dan loyalitas mereka. Namun, apa jadinya jika suporter justru menjadi penonton musiman? Masih pantaskah disebut sebagai suporter? Lantas, bagaimana sikap management klub tersebut menghadapi kondisional seperti itu?

Hal tersebut, tengah terjadi dengan kelompok suporter di Malang. Entah merasa kalah bersaing dengan elemen suporter lainya, atau dari segi permainan tim yang sedang memburuk, kehadiran mereka (suporter, red) dalam kompetisi Liga 1 PSSI musim ini bak buih-buih pantai, kadang ada kadang hilang. Celakanya pristiwa ini terjadi disaat adanya dualisme dalam management klub, Arema Fc berlaga di Liga 1, sedangkan Arema Indonesia bertarung di Liga 3 PSSI.

Bukannya untuk saling bersinergi menyelamatkan sejarah klub dari busuknya industri sepakbola yang dijalankan oleh para mafia, hal sebaliknya justru dilakukan suporter dengan hanya memilih pertandingan yang bertajuk big match semata. Disisi lain, pihak klub juga tak mempunyai jurus jitu untuk menarik minat suporternya kembali dengan melakukan berbagai inovasi kreatif, melainkan hanya bisa mengeluh melalui announcer mereka di stadion. Inikah gambaran klub profesional di Indonesia? Berikut paparan faktanya.

Ø Vs Mitra Kukar 12.400 penonton

Ø Vs Persib Bandung 31.000 penonton

Ø Vs Persipura Jayapura 3.025 penonton

Ø Vs PSM Makasar 6.154 penonton

Ø Vs Bhayangkara 3.394 penonton

Ø Vs PSIS Semarang 8.588 penonton

Ø Vs Persela Lamongan 17.232 penonton

Ø Vs PS. Tira 10.639 penonton

Ø Vs Persija Jakarta 44.912 penonton

Ø Vs Borneo Fc 23.157 penonton

Ø Vs Madura United 2.710 penonton

Dari uraian di atas, dan menimbang kapasitas stadion mereka yang mencapai 40 ribu, tak salah jika kelompok suporternya disebut sebagai ‘suporter big match’ atau penonton musiman. Bahkan, Ovan Tobing selaku announcer Arema Fc sempat mengeluhkan terdapat kelompok suporter di Malang yang memilih hadir hanya dalam pertandingan-pertandingan tertentu.

“Terimakasih buat kalian yang sampai saat ini bersedia hadir mendukung tim dalam keadaan dan kondisi apapun. Semoga kecintaan kalian tetap dan tidak berubah,” katanya saat pertandingan Arema kontra Maudra United.

Inikah kelompok yang melabeli diri dengan predikat suporter fanatik dan loyal terhadap klub? Maaf bung, kita beda kelas. (AP)

Related posts

Mari Berjersey !

administrator

Green Nord Cup Futsal Competition 2019

Redaksi Green Nord

Meruwat Logika Sehat Suporter

Redaksi Green Nord