Bonek

Ratu Tisha, Kamu Menggemaskan Deh

MALANG-GN27.COM: Memiliki nama lengkap Ratu Tisha Destria, adalah sosok sarat akan kejutan yang hadir dalam tubuh jajaran elit Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Bagaimana tidak, sejak menggantikan Ade Wellington medioker April 2017 yang lalu, ia kini menjadi perempuan pertama dalam sejarah federasi yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Akrab disapa Tisha, sejak masih pelajar kehidupannya memang sudah dekat dengan dunia sepakbola. Bahkan secara terang-terangan, Ratu Tisha menginginkan berkarir sebagai manajer tim bola suatu saat nanti. Berikut profilnya,

KELUARGA
Ayah    : Tubagus Adhe
Ibu       : Venia Maharani

PENDIDIKAN
SDN 02 Pagi Pesanggarahan Jakarta
SMP 177 Jakarta
SMA 8 Jakarta
Jurusan Matematika, Institut Teknologi Bandung (ITB), 2008
Program Master FIFA 2013-2015

KARIER
Tim Manajerial Sepakbola SMA 8 Jakarta
Tim Manajerial Persatuan Sepakbola ITB
Pendiri LabBola 2008
Direktur Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016
Sekretaris Jenderal PSSI 2017-2020

Dari catatan pendidikan hingga rintisan karir sang Ratu, sekilas tak tampak ada keraguan sedikit pun bahwa, ia memanglah orang yang berkompeten secara teoritis dalam dunia manajerial sepakbola.

Sayangnya, wanita berusia 33 tahun ini sedang membuat polemik bagi seluruh elemen pecinta sepakbola di Indonesia. Melalui statement yang ia lontarkan baru-baru ini saat laga Arema Fc kontra Persebaya Surabaya menjadi klimaks dibalik peran antagonisnya.

Pada laga tersebut yang dihadiri secara langsung oleh Ratu Tisha, Iwan Budianto (CEO Arema Fc, Staff khusus Ketua Umum PSSI), serta Gusti Randa (Ketua Tim Pencari Fakta PSSI), diwarnai masuknya suporter Arema Fc ke lapangan di jeda paruh pertama. Mereka terlihat melakukan provokasi secara kontak fisik terhadap punggawa Persebaya Surabaya, selain itu juga terdengar nyanyian rasial dan sarkas yang menyudutkan, serta pelemparan botol terhdap  jajaran official Bajul Ijo sepanjang pertandingan. Tak hanya itu, suporter Arema Fc juga membuat sebuah gambar koreo yang memiliki unsur darah, dan senjata tajam, yang sebenarnya kedua unsur tersebut masuk dalam kategori sadisisme.

Atas peristiwa tersebut, dihadapan rekan media massa Ratu Tisha sempat mengatakan bahwa ia belum mau mengomentari apapun terkait insiden yang dilihatnya secara langsung di stadion itu. Menurutnya, hal tersebut bukanlah haknya untuk memberikan pernyataan.

“Saya sebenarnya tidak bisa komentari suporter, karena tak ada dalam porsinya. Seperti halnya polisi pasang lampu merah, tapi pas paginya tak ada polisi, lampu merah itu diterobos, itulah kondisi budaya kita,” katanya.

Lebih lanjut ia juga mengutarakan, ini ada apa, kenapa ekspresikan diri dengan hal yang sudah dilarang? seperti dilansir dari Jawapos.com. “Saya tak akan bawa ini ke ranah sepakbolanya. Kita harus tanya secara mendalam, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ini. Masalahnya bukan di fundamental sepakbolanya, melainkan pada mental orangnya,” imbuhnya.

Sayangnya pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sikap Ratu Tisha saat pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Ketika itu, suporter Persib membuat koreo untuk melakukan psywar kepada pemain Persija. Namun, seusai pertandingan, wanita kelahiran Jakarta ini mengungkapkan pendangannya terhadap aksi koreo tersebut. Ia mengatakan, federasi tak melarang aksi koreo yang kerap ditampilkan oleh para suporter, asalkan tidak melanggar aturan atau regulasi.

“Sudah diatur di dalam regulasi bagi setiap koreografi ataupun perkataan yang berbau rasisme, agama, politis, komunitas tertentu dan sebagainya itu pasti akan dilaporkan di Match Comissioner,” ungkapnya seperti dilansir dari dari bobotoh.id.

Ia menambahkan dalam komentarnya, bikin koreo tidak usah berlebihan, sudah diatur dalam regulasi bahwa klub itu akan dijatuhi sanksi. “Dan, tidak perlu ada dengar-mendengar dari klub tersebut. Pasti klub yang bersangkutan kita langsung jatuhi hukuman. Itu sudah diatur regulasi,” tegasnya.

Aduh, dik Tisha. Kenapa engkau begitu plin-plan sih, sedang menunggu kepastian apa sih, kok sampai sebegitu bodohnya kamu. Padahal kamu menyandang gelar master dari FIFA loh.  Bikin semakin gemash aja deh rasanya melihat kamu dik Ratu Tisha. (AP)

Related posts

Memalukan. Jika Tidak Ada Perubahan, Silahkan Angkat Kaki.

operator website

Arema, Enaknya ‘Diapain’ ya? 

Redaksi Green Nord 2

QnA Open Loyalis GN Media.

operator website