Persebaya

MENYERAH ITU PECUNDANG

 SURABAYA-GN27.COM: Persebaya Surabaya kembali meraih hasil minor setelah melakoni pertandingan melawan Borneo Fc pada lanjutan Liga 1 PSSI, Sabtu (13/10/2018) petang. Takluk dengan skor 0-1, hingga peluit panjang dari wasit, dan meski tampil di kandangnya sendiri, nyatanya para pemain tak mampu memaksimalkan hal tersebut.

Hasil ini, tentu saja tidak berarti sekadar kekalahan meraih poin penuh semata. Namun, hasil tersebut merupakan penegas bahwa terdapat kekacauan di dalam tubuh management Persebaya Surabaya. Pertandingan kemarin, melanjutkan trend negatif setidaknya dalam dua pekan terakhir yang mampu diraih tim berjuluk Bajul Ijo ini. Jika dicermati, tak hanya kesusahan mencari poin penuh, dalam segi permainan tim pun, Persebaya terlihat tidak seperti tim yang memiliki sejarah prestasi panjang yang telah diukir sejak berdiri pada tahun 1927.

Lantas, apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalam tubuh Green Force?

Mental Pemain

Dalam pertandingan kemarin, memang Green Force tidak menurunkan the winning team dengan berbagai alasan. Beberapa pemain masih ada yang berkutat dengan cidera, serta beberapa lainya sedang menjalanakan tugas negara dengan bergabung dalam skuad tim nasional. Sehingga, mau tidak mau untuk menambal kekosongan posisi tersebut, Djanur memilih beberapa nama pelapis.

Sayangnya, nama-nama pelapis tersebut seperti tidak siap bermain. Peforma mereka jauh jika dibandingkan dengan kualitas line up utama. Hal ini terlihat jelas, bermain di kandang dengan didukung penuh oleh para suporternya sepanjang pertandingan, mereka masih terlihat kebingungan dalam membangun efektifitas dalam mencetak gol. Bahkan, jika strategi permainan sedang mengalami kebuntuan, hanya umpan-umpan lambung yang bisa mereka lakukan.

Namun, seharusnya sebagai pemain yang sudah melabeli diri dengan tjap profesional, tak ada alasan bagi siapapun untuk tidak siap bermain jika tenaga mereka dibutuhkan oleh Persebaya. Tidak ada kompromi bagi siapapun untuk tidak siap bermain membela martabat, dan pertaruhan nama besar Persebaya Surabaya di kancah sepak bola tanah air.

Dari kacamata redaksi Greennord27.com, ada beberapa nama yang minim kontribusi dalam pertadingan kemarin. Adalah M. Irfan, M. Hidayat, Rishadi Fauzi, Osvaldo Hay, dan Ferinando Pahabol. Bagi M. Irfan, M. Hidayat, dan Rishadi Fauzi, adalah nama-nama yang turut mengantarkan Persebaya Surabaya menjuarai Liga 2 PSSI musim lalu. Entah, skill level para pemain lawan yang terpaut jauh, atau kurangya jam terbang bermain, mereka seperti tidak bisa mengembakan kualitas dalam segi permainan individu maupun permainan secara tim. Sedangkan Ferinando Pahabol, sempat melejit permainannya di awal musim ini, lalu perlahan sampai laga kemarin malam mengalami penurunan kualitas. Sementara Osvaldo Hay, mendapat predikat pemain lokal dengan bayaran tertinggi di Persebaya, namun sejak awal hingga saat ini masih belum terlihat taji permainannya dan kontribusi besarnya kepada torehan hasil tim secara keseluruhan.

Atas peforma yang melempem, dalam kesempatannya pada jumpa pers setelah pertandingan. Octavio Dutra menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Bonek yang telah mensupport tim selama pertandingan berlangsung. “Saya meminta maaf kepada seluruh Bonek yang telah support kita, yang sudah push kita untuk menang. Memang banyak peluan yang tercipta, tapi kita tidak bisa memberikan kemenangan. Tuhan masih belum berikan kita sebuah kemenangan,” katanya.

Tak hanya itu, bek yang berasal dari Brazil ini juga malu atas kekalahan di kandang yang dialami pada pertandingan kemarin. “Jujur saya merasa malu, tapi saya rasa kita sudah kerja keras. Mungkin Tuhan masih belum mau kita menang,” ujarnya dihadapan rekan jurnalis.

“Jujur saya merasa malu sekali, tapi saya rasa kita (pemain, red) sudah bekerja keras. Mungin Tuhan masih belum mau kita menang,” katanya dihadapan rekan jurnalis.

Tentu kita semua tahu dan menyadari, bahwa sebuah kata maaf tak mampu memberikan kemenangan, sebuah kata maaf tak akan mampu membawa Persebaya Surabaya meraih prestasi maksimal, dan sebuah kata maaf bukanlah jaminan yang diberikan tim kepada para suporternya.

Bonek tidak akan mengeluh mendukung Persebaya dalam kondisi apapun. Bonek tidak akan pernah luntur cintanya kepada tim selain Persebaya. Bonekpun sadar, tidak selamanya pertandingan bisa dimenangkan. Karena itu, Bonek telah berkeringat dengan teriakan lantang sepanjang pertandingan.

Maka dari itu, teruntuk para pemain. Berdarah-darahlah dalam bermain membela nama dan lambang Persebaya di dada, niscaya maka akan hadir sebuah kejayaan. (RA/AP)

Related posts

Buka Mata, Ini Cara Kami Menjaga Persebaya

Redaksi Green Nord 2

Kegundahan Sikap Politik Management Persebaya Ala Azrul Ananda

Redaksi Green Nord 2

Persebaya Lebih Besar Dari Seorang Presiden Klub Sekalipun

Redaksi Green Nord