Persebaya

Rindu Juara, Waspadai Skema ‘Mafia Fc’

SURABAYA-GN27.COM: Memiliki seorang Joko Driyono di dalam jajaran elit PSSI, Persija Jakarta rupanya tak perlu khawatir lagi dalam perebutan gelar juara kompetisi Liga 1 PSSI tahun ini. Seperti yang telah diketahui, Joko Driyono saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, yang juga menguasai 95% saham Persija Jakarta melalui PT. Jakarta Indonesia Hebat. Lantas, keyakinan apa yang membuat ‘mafia fc’ bisa juara liga pada musim ini?

Flashback terlebih dahulu, pada kasus perebutan juara yang terjadi antara Bali United Fc dengan Bhayangkara Fc tahun lalu.

Pada musim liga 2017-2018 lalu, terjadi persaingan ketat antara Bali United Fc dengan Bhayangkara Fc dalam perebutan gelar juara. Hingga musim berkahir sebenarnya posisi Bali United Fc menempati peringkat pertama, terpaut dua poin dengan Bhayangkara Fc diposisi kedua.

Sebelumnya, masyarakat pecinta sepakbola tanah air sudah menganggap Bali United yang keluar menjadi kampiun. Tak hanya itu, hal serupa juga diyakini oleh FIFA. Bahkan FIFA, melalui situs resminya sudah menganggap Bali United Fc adalah juara Liga 1 Indonesia dengan torehan 68 poin.

Namun, kenyataan tersebut mampu berbalik 180 derajat karena Bhayangkara Fc masih menyisahkan pertandingan sisa melawan Mitra Kukar. Pertandingan terselenggara karena pihak management Mitra Kukar batal mengajukan banding perkara kepada komdis PSSI, sehingga pertandingan tersebut tetap tergelar. Alhasil Mitra Kukar memasukan nama Mohamed Sissoko yang tengah dalam status terhukum sanksi disiplin. Atas alasan inilah yang kemundian Bhayangkara Fc menang Walk Out dengan skor otomatis 3-0. Kemenangan inilah yang kemudian menganulir gelar juara Bali United Fc. Hal ini sontak mengagetkan penikmat sepakbola tanah air khususnya dikalangan para suporter. Tak hanya itu, FIFA yang terlanjur mengakui Bali United juarapun, harus mengubah statement tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, pada artikel yang diunggah tanggal 15 November 2017, FIFA akhirnya akui Bhayangakara Fc sebagai juara Liga 1 Indonesia.

Skema ini persis terjadi pada gelaran Liga 1 musim ini. Hingga menuju pekan ke 29, Persija Jakarta diuntungkan dalam pertarungan juara daripada kontestan lainya seperti PSM Makasar dan Persib Bandung. Hal tersebut dikarenakan hanya Persija yang masih menyisahkan satu pertandingan tunda. Sementara, saat ini Persija menempati urutan kedua terpaut dua poin dengan PSM Makasar yang berada posisi pertama.

Sisa laga tunda tersebut adalah ketika pertandingan pada, Jumat 19 Oktober kontra Persela Lamongan. Batalnya laga tersebut karena Persija sebagai tuan rumah tak mampu menyediakan stadion home base yang menjadi latar lokasi laga.

Menjadi menarik adalah, gelagat peristiwa di atas seperti lazim dilakukan oleh tim sekelas Persija. Tak hanya sekali duakali, Persija seolah akrab mendapatkan hadiah laga tunda dikarenakan tidak mempunyai stadion yang digunakan sebagai home base tetap. (AP)

Related posts

AREMA BUKANLAH APA-APA!

Redaksi Green Nord

Persebaya Harga Diri Kami

operator website

KARENA PERSEBAYA MEMILIKI NILAI ROMANTISME TERSENDIRI

Redaksi Green Nord 2