Bonek

Kelola Sepakbola Indonesia, Dimana Kata Profesional Hanya Mimpi

SURABAYA-GN27.COM: Tak henti-hentinya kompetisi sepakbola tanah air dirundung berbagai persoalan. Kehadiran federasi nyatanya hanya menjadi sebuah pelengkap mafia kompetisi. Dari tahun ke tahun, musim ke musim, nyaris tak ada pembaharuan. Bahkan lingkup kecil sekalipun, dalam kelola tiket pertandingan, Liga 1 PSSI tak ubahnya laga tarkam kelas nasional.

Ironi tersebut datang dari pihak Panitia Pelaksana Pertandingan Bali United Fc kontra Persebaya Surabaya. Dimana laga ini rencananya akan dilangsungkan pada 18 November mendatang di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali. Animo yang ditunjukan dari kedua pihak suporter memang sangat besar, antusiasme ini lantaran kondusifnya hubungan kedua belah pihak di pertemuan leg pertama beberapa waktu yang lalu.

Permasalahan lantas muncul ketika dirilisnya penjualan tiket pertandingan melalui surel online elevenia.id. Dilansir dari situs Bali-Football.com transaksi ini sudah dibuka secara umum sejak tanggal 6 November 2018 (H-12). Meski baru tanggal 11 November 2018 (H-7) secara resmi Official Management Bali United Fc merilis informasi bahwa penjualan tiket hanya diperuntukan suporter tuan rumah.

Pertanyaannya pertama adalah, sejauh mana surel elevenia.id mampu mengeliminasi atau setidaknya mereduksi pembeli tiket pertandingan yang disediakan adalah suporter tamu. Karena nyatanya, bonek sudah banyak yang telah melakukan transaksi melalui surel e-tiket tersebut jauh hari.

Pertanyaan kedua, kenapa terdapat spare waktu lima hari setelah loket online dibuka, pihak panpel baru memberikan informasi bahwa penjualan tiket online tersebut hanya berlaku bagi suporter tuan rumah.

Hal tersebut, lantas diperuncing dengan informasi lanjutan bahwa penukaran tiket online hanya bisa dilakukan pada saat H-1 dan tidak ada refund. Jika kebijakannya memang demikian, pihak pertama yang dirugikan dari panpel tarkam ini adalah Bonek, dan Persebaya Surabaya.

Padahal jika ditengok pada pertemuan leg pertama, semuanya berjalan dengan lancar dan nyaman. Bahkan bagi suporter Bali United Fc pun, tidak ada keruwetan masalah distribusi tiket pertandingan.

Lantas bagaimana solusinya jika pihak panpel masih bersikukuh dengan kebijakan ini, terlebih bahkan jika panpel menolak kehadiran bonek yang bertransaksi melalui loket online untuk masuk stadion, jawabannya gugat melalui jalur hukum gunakan delik aduan.

Dalam kegiatan berbisnis atau transaksi jual beli di Republik Indonesia dalam rangka memberikan perlindungan konsumen telah diatur oleh Pasal 62 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999, dimana dengan ancaman hukuman pidana selama 5 tahun penjara bagi pelaku usaha atau denda maksimal Rp 2 millliar. Dalam undang-undang tersebut terdapat delapan butir yang mengatur hak konsumen dan larangan refund adalah salah satu point yang melanggar aturan itu.

Perihal tersebut juga dijelaskan secara detail dalam Pasal 4 Ayat 3, 7, serta 8 yang berbunyi konsumen berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Konsumen juga berhak mendapatkan perlakuan atau dilayani secara benar, jujur, dan tidak diskriminatif. Selain itu, konsumen juga berhak atas mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

Sedangkan masih pada peraturan yang sama, tanggung jawab pelaku usaha diatur dalam Pasal 19 Ayat 1 yang tertulis, pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan dan/atau diperdagangkan.

Kami bonek, berpegang teguh pada keyakinan bahwa tak boleh bosan terlebih berhenti bicara tentang kebenaran. Agar demokrasi tak berhenti dengan kesia-siaan. (AP)

Related posts

Mafia Fc Dilarang Menang di Surabaya

administrator

Where’s The Justice?

Redaksi Green Nord

Hadapi Persebaya, Curva Boys 1967 Berangkatkan 40 Truck

Redaksi Green Nord
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: