Bonek

Wajah Kebrutalan Aparat Kepolisian di Surabaya

SURABAYA-GN27.COM: Sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka dan puluhan kendaraan dan barang-barang pribadi lainya rusak saat kericuhan di depan Pintu Tol Romokalisari Surabaya. Peristiwa pecah justru saat rombongan para suporter hendak melakukan perjalanan pulang menuju rumah masing-masing, setelah mendukung Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi Piala Indonesia kontra Persinga Ngawi di Gelora Bung Tomo, Sabtu (16/02/2019).

Para suporter tersebut menjadi korban tindakan represif dan pemukulan, serta tembakan gas air mata dari aparat Kepolisian. Menurut kesaksian salah satu suporter yang berada di lokasi kejadian mengatakan, berawal terjadi penumpukan volume kendaraan di perempatan Romokalisari. Sehingga jalur lalu lintas roda dua saat itu mengalami kemacetan total.

“Sewaktu macet total, kendaraan motor itu sudah bisa bergerak. Akhirnya muncul beberapa inisiatif kawan suporter untuk melakukan negosiasi dengan aparat guna membuka akses pintu tol bagi roda dua. Alasan ini, menurut hemat kami cukup efektif untuk mengurai titik kemacetan yang terjadi, dan sudah pernah dilakukan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya seperti melawan PSIS Semarang beberapa waktu yang lalu,” kata Alvaro Supangat saat dihubungi GN Media, Minggu (17/02/2018).

Namun, lanjut Pangat, negosiasi yang dilakukan oleh para suporter ini tak menemui jalan terang. Pihak kepolisian tak memberikan izin membuka akses pintu tol bagi kendaraan roda dua.

“Sayangnya, dari arah belakang kerumunan massa suporter muncul beberapa oknum polisi yang melakukan pemukulan secara membabi buta. Mereka tak pandang bulu, mau pria atau perempuan, dipukuli menggunakan tongkat secara acak,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, salah satu korban Surya Adi mengungkapkan mendapatkan luka setelah mendapat pukulan oknum polisi di bagian kepala.

“Sesaat gagalnya komunikasi dengan aparat yang menjaga di pintu tol, kepala saya tiba-tiba dipukul oleh oknum polisi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, menurut bukti dan beberapa keterangan saksi dan korban yang berhasil dihimpun oleh GN Media. Kerugian lainya berbentuk kerusakan barang-barang pribadi milik para suporter seperti, kendaraan bermotor, bass drum, dan helm.

Berikut daftar sementara nama korban tragedi Tol Romokalisari.

1. Afrian, warga Semolowaru (luka memar di punggung, dan patah jari telunjuk).
2. Surya Adi, (luka robek di kepala).
3. Safira Aulia, (luka memar dan tangan terkilir).
4. Fendy Irawan, (kerugian pecah lampu motor).
5. Nandani Febriani (sesak nafas akibat gas air mata).
6. Herlambang, (luka memar di tangan, dan kerusakan bass drum).
7. Desy beserta sang adik (sesak nafas akibat gas air mata, TKP GBT).
8. Odang (luka kepala robek, TKP GBT).

Nama-nama di atas, adalah korban yang sejauh ini berhasil di identifikasi identitasnya.

Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polrestabes Surabaya dan pihak terkait lainya mengenai informasi peristiwa tersebut. (AP)

Related posts

Kelola Sepakbola Indonesia, Dimana Kata Profesional Hanya Mimpi

Redaksi Green Nord

Teror Bonek Rusak Fokus Pemain Lawan

Redaksi Green Nord 2

Bonek dan PSHT Pacitan jalin Silaturrahim

Redaksi Green Nord

2 comments

aniistyqomah 18 February 2019 20:20 WIB at 18 February 2019 20:20 WIB

Ini yang dinamakan mengayomi?

reoa 19 February 2019 05:10 WIB at 19 February 2019 05:10 WIB

helm jadi korban

Comments are closed.