Bonek Persebaya

Persebaya Pantas Tidak Menang

SURABAYA-GN27.COM: Hasil seri yang diraih pada saat laga kontra PSIS Semarang kemarin, Kamis (30/05/2019) mengantarkan Persebaya menempati peringkat 13 klasemen sementara dengan torehan dua poin diawal musim Liga 1 PSSI.

Torehan ini memperpanjang rapor minor selama tiga pertandingan berturut-turut tim berjuluk Bajul Ijo ini. Uniknya, dari dua laga kandang terakhir tidak ada perubahan segi permainan yang ditampilkan oleh para pemain.

Monoton, kebingungan, tidak ada hasrat mencetak gol, adalah tiga suku kalimat yang sering terlontar dari reaksi suporter saat mendukung dan melihat secara langsung di stadion.

 

Skema Permainan Tak Jelas.

Memasang formasi 4-3-3 dengan memasang trio lini depan Manucher Jalilov, Osvaldo Haay, dan Irfan Jaya. Harapannya daya gedor Persebaya akan lebih eksplosif, meski tanpa kehadiran penyerang murni sekalipun.

Pada saat jumpa pers sebelum pertandingan, Pelatih Djajang Nurjaman telah menegaskan akan ada perubahan skema distribusi bola saat menyerang.

“Akan ada perubahan distribusi bola dari pinggir ke tengah, ke daerah gawang dari tengah,” Tegasnya dikutip dari Bola.net.

Sayangnya, hal tersebut tidak tampak pada pertandingan semalam. Lini tengah yang di punggawai Misbakus Solikin, Damian Lizio, dan Fandi Eko Utomo lebih sering mendelay bola di sektor tengah dan belakang wilayah permainan sendiri. Sehingga, hampir tidak ada porsi aliran bola dari tengah menuju lini depan Persebaya.

Skema permainan tersebut, Justru diperparah dengan banyaknya aksi individual dari Irfan Jaya yang mengganggu cairnya kerjasama tim di garis penyerangan.

Senada, tidak ada visi bermain, daya jelajah membuka ruang, dan kreasi serangan dari Haay dan Jalilov.

Beruntung, kebiasaan Ruben Sanadi memberikan umpan silang yang sebenarnya buruk mengingat Persebaya tanpa penyerang, jatuh tepat disundulan kepala Haay dan menjadi gol bagi tuan rumah pada menit 28.

Buruknya, setelah berhasil unggul. Green Force justru menurunkan tempo permainan hingga paruh babak pertama usai.

Masuk di babak kedua, tidak ada perubahan skema permainan secara signifikan. Hingga akhirnya pada menit 74, ketika pos bek sayap Persebaya Novan Setya Sasongko keluar lapangan karena cidera, Pemain PSIS Semarang Septian David Maulana mampu membobol gawang Abdul Rohim.

Dengan kualitas skema permainan seperti ini, masih bernasib baik Persebaya tidak dibantai di kandang sendiri. Sehingga layak jika Persebaya tidak mampu meraih kemenangan.

 

Pelatih Djanur Minta Maaf dan Pasrah.

Saat ditemui dalam jumpa pers setelah pertandingan. Pelatih Persebaya Djajang Nurjaman mengutarakan permohanan maaf kepada seluruh pecinta sepak bola Surabaya, atas hasil yang diraih.

“Saya meminta maaf kepada seluruh pecinta sepak bola di Surabaya, atas hasil pertandingan seperti ini. Kami sial, dari pertandingan yang kami kuasai, dan tidak adanya peluang dari tim lawan, kami tidak mampu meraih tiga poin,” Katanya, Kamis (30/05/2019).

Ketika ditanya lebih lanjut oleh salah satu jurnalis mengenai pertanggung jawaban pelatih atas hasil minor ini, Djajang mengaku pasrah.

“Ini baru tiga pertandingan, tentu saya akan bertanggung jawab secara internal kepada management. Serta kepada Bonek dan Bonita, saya pasrah bagaimana respon kawan-kawan,” Ujarnya.

 

Bagaimana Nasib Persebaya?

Saat ini, banyak beredar opini-opini negatif yang sedang berkembang di kalangan para suporter.

Mulai dari mempertanyakan efektifitas bursa belanja pemain yang dilakukan, mempertanyakan kinerja jajaran pelatih, hingga mempertanyakan peran manager tim.

Belajar dari pengalaman lalu, ketika suasnaa serupa terjadi, kritikan tajam langsung ditujukan kepada Manajer Tim Chairul Basalamah, dan Pelatih Alvredo Vera. Pada akhirnya berbuntut pencopotan dua posisi tersebut yang kemudian saat ini diisi oleh Manajer Tim Chandra Wahyudi, dan Pelatih Djajang Nurjaman.

Mengingat di awal musim Presiden Klub Azrul Ananda menargetkan posisi papan atas, setelah finis meraih posisi lima besar di kompetisis musim lalu. Sudah seharusnya, ini momentum yang pas untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Tahun ini, kami ingin yang lebih baik. Saya yakin pemain ingin yang lebih baik. Kami selalu mencanangkan ‘kalau kami mengejar bintang kami berusaha untuk konsisten sedekat mungkin dengan bintang itu dan nanti kalau ada kesempatan kami ambil bintang itu’. Saya kira itu cara mencanangkan target yang paling bijak,” ujar Azrul dikutip Detik.com, Jumat (10/5/2019).

Jangankan papan atas, jika Persebaya konsisten menampilan permainan buruk seperti kemarin, untuk bertahan di Liga 1 saja tentu akan susah.

Hal inilah yang kerapkali menjadi alasan bagi para suporter untuk meluapkan rasa kekecewaan secara berlebihan. Yang tentunya juga akan berdampak pada kerugian finansial tim.

Dan tentunya, Bonek juga tidak akan duduk diam jika melihat tim kebanggannya terus terpuruk. Pasti akan ada aksi lanjutan, jika dalam laga-laga home selanjutnya, Persebaya tak mampu sapu bersih tiga point. (AP)

Related posts

Industrialisasi Blessing Game, Ini Pernyataan Sikap Green Nord Tribun

Redaksi Green Nord

Meruwat Logika Sehat Suporter

Redaksi Green Nord

#bonekumentary. Satu Bonek Untuk Semua

operator website