Bonek Green Nord Persebaya

Menembus Batas Rivalitas Suporter

SURABAYA-GN.27.COM: “Bisakah kita menikmati sepakbola dalam rivalitas yang sewajarnya? Sewajarnya manusia, tanpa rasisme, tanpa kebencian dan tanpa kekerasan hingga jatuh korban nyawa.” Adalah kutipan pendapat dari Andie Peci menilik dinamika hidup dunia suporter Tanah Air.

Dewasa ini, ternyata masih banyak arus suporter yang salah kaprah memaknai arti rivalitas dalam sebuah pertandingan. Tak sedikit pula yang memahami arti rivalitas sebagai sebuah permusuhan, hal inilah kemudian merembet luas pada simbol-simbol lainya yang menjadi identitas sebuah daerah.

Tentu, satu paragraf kutipan statement Andie Peci di atas adalah menjadi sebuah harapan, dimana akan ada perbaikan pengelolaan sepakbola Indonesia secara menyeluruh yang dilakukan oleh federasi.

Perlahan, keruwetan tersebut berhasil terurai. Salah satu contohnya, adalah dengan membaiknya hubungan antara supporter Persebaya Surabaya dan Persela Lamongan. Keharmonisan tersebut terwujud, tatkala secara diam-diam Green Nord menjalin komunikasi secara intens dengan Curva Boys. Tanpa bingkai media massa, dan jauh dari hingar bingar sosial media, serta riuh berebut predikat supporter terbaik, keduanya mampu berbesar hati mengubur luka masa lalu dan merajut komitmen untuk meletakkan rivalitas pada porsinya.

Berawal ketika masa perjuangan beberapa tahun yang lalu, ketika gelombang ribuan Bonek menuju Jakarta untuk melakukan aksi demonstrasi atas kasus dualisme dan ancaman Persebaya akan dimatikan paksa oleh federasi. Saat Bonek melintasi wilayah Lamongan, datang dukungan dari supporter Persela. Mereka memberikan segenap logistik berupa makanan dan minuman.

Melihat inisitaif positif tersebut, Green Nord menyambut baik, dan melakukan inisiasi lanjutan dengan membangun rekonsiliasi atas hubungan kedua kelompok suporter.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bayu, salah satu Bonek yang turut menjadi inisiator rekonsiliasi antara Green Nord dengan Curva Boys “Benar bahwa peristiwa tersebut menjadi benih-benih membaiknya hubungan diantara kedua belah pihak,” katanya.

Puncaknya adalah saat gelaran kompetisi Liga 1 PSSI 2018 lalu, ketika Persebaya melakoni laga tandang melawan Persela Lamongan. Bonek, dipersilakan hadir oleh suporter tuan rumah. Meski, sebenarnya mendapat larangan dari pihak Polres Lamongan.

Pihak kepolisian beranggapan bahwa hubungan keduanya belum membaik sepenuhnya. Sehingga rawan terjadi keos massa. Nyatanya, justru sebaliknya. Bonek sebagai supporter tamu mampu berdiri beriringan, dan membaur dengan pendukung tuan rumah. Kondusifitas ini bahkan terjaga sampai perjalanan pulang menuju daerah asal.

Hingga pada akhirnya, keharmonisan keduanya masih terawat dengan baik hingga pertandingan terakhir kemarin, Senin (1/07) di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Dengan sebuah langkah kecil yang telah dilakukan oleh Green Nord serta Curva Boys, menjadi trigger bagi seluruh suporter di Indonesia untuk mampu memahami dan meletakkan kata ‘rivalitas’. Sebab, musuh kita masih sama, yakni mafia bola. (AP/RA).

Related posts

TRABAS Malang

operator website

Dari Bonek, Maklumat Untuk Polisi

Redaksi Green Nord 2

Player List Chant: Bersinergi Bersama Dari Tiap Lini

Redaksi Green Nord