Bonek Green Nord Persebaya

LONG LIFE INDONESIAN FOOTBALL

SURABAYA-GN27.COM: Setidaknya dalam satu dekade terakhir, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ramai diperbincangkan ketika diguncang isu match fixing atau mafia bola. Isu tersebut kembali menjadi center attention publik sejak era kepemimpnan Nurdin Halid hingga era Joko Driyono

Terlebih, sejak dibentuknya tim Satgas Antimafia Bola oleh Kapolri Tito Karnavian yang berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor 3678 bertanggal 22 Desember 2018 mulai membuahkan hasil. Satgas yang berisikan 145 personel dan diketuai oleh Brigjen Pol Hendro Pandowo. Sementara wakil ketua adalah Brigjen Pol Khrisna Murti, serta jabatan penting lainya diisi oleh Kombes Pol Roycke Harry Langie.

Yang teranyar adalah jatuhan vonis hukuman kurungan penjara kepada Joko Driyono. Dilansir dari Tempo.co, Jokdri didakwa bersama sopir pribadinya yang bernama Muhammad Maradani alias Dani, dan Mus Muliadi yang merupakan Office Boy (OB) kantor PSSI, telah melakukan pengambilan barang bukti berupa DVR server CCTV dan datu unit laptop merek HP Notebook 13 warna silver.

Jokdri yang notabene pemilik saham mayoritas atas PT. Jakarta Indonesia Hebat yang juga menjadi penguasa saham atas PT. Persija Jaya Jakarta, didakwa menghancurkan, merusak, dan menghilangkan barang bukti atas kasus pengaturan skor. Dakwaan tersebut sesuai Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP, Pasal 235 juncto Pasal 231, Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, Pasal 235 juncto Pasal 233 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Di dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, majelis hakim menetapkan Joko Driyono terbukti secara sah melakukan tindakan menghalangi proses penegakan hukum dengan menghancurkan beberapa barang bukti. Dan dijatuhi vonis hukuman kurungan penjara selama satu tahun enam bulan. Putusan hakim itu lebih rendah dari tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman penjara selama dua tahun enam bulan.

Sayangnya disaat yang bersamaan, Jokdri tidak terbukti atas pengaturan skor di Banjarnegara yang dilaporkan oleh ke kepolisian atas nama pelapor Lasmi Indaryani yang juga pernah menjabat sebagai Manajer Persibara Banjarnegara.

Adapun enam terdakwa mafia bola di Pengadilan Negeri Banjarnegara dikenakan jerat pasal penipuan, pasal penyuapan, dan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kesemuanya orang itu adalah sebagian dari 17 orang yang sudah ditetapkan Satgas Antimafia Bola sebagai tersangka.

Sementara itu, nama-nama petinggi federasi lainya macam Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto juga diduga terlibat kasus match fixing atas laporan yang dibuat oleh mantan Manajer Perseba Super Bangkalan Imron Abdul Fattah.

Dikutip dari Tempo.co, menurut pihak Satgas Antimafia Bola, perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Namun, yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum diperiksa. Kasus ini, juga diduga melibatkan mantan Manajer Madura United Haruna Sumitro.

Di sisi lain, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria yang diharapkan mampu membawa angin segar dalam perubahan ditubuh federasi, sudah beberapa kali diperiksa oleh Satgas, namun statusnya masih sebatas saksi.

Melihat bagaimana sekaratnya federasi saat ini. Suporter yang menjadi salah satu elemen terpenting dalam perkembangan sepakbola tanah air, harus menjadi pihak radikal dalam memberikan dukungan dengan cara apapun untuk meringkus seluruh jaringan mafia bola di Indonesia. Jika suporter masih mempunyai harapan akan kemajuan prestasi sepakbola nusantara di kancah dunia.

Justru atas nama loyalitas, suporter tidak boleh menjadi garda terdepan dalam melindungi petinggi klub yang tengah ditengarai terlibat dalam jaringan mafia bola. Jangan pernah berharap kepada siapapun atas kemajuan sepakbola, jika suporter saja juga tak berpihak dan mendukung peran Satgas dalam memberantas mafia bola. (AP)

Related posts

Player List Chant: Bersinergi Bersama Dari Tiap Lini

Redaksi Green Nord

Persebaya, Balas Loyalitas Kami Dengan Kemenangan

Redaksi Green Nord 2

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART 2)

Redaksi Green Nord 2

3 comments

Didik Andrianto 22 August 2019 11:07 WIB at 22 August 2019 11:07 WIB

PSSI fake

Comments are closed.