Bonek Green Nord Persebaya

Silang Sengkarut Sepakbola Nusantara

SURABAYA-GN27.COM: Dewasa ini, sepakbola tanah air sedang dalam kondisi Anafilaksis. Istilah kedokteran yang berarti tubuh dalam kondisi gawat darurat yang bisa menyebabkan sesak nafas dan bisa berujung kematian, akibat dari alergi berat, dan salah obat.

Hal serupa yang juga sedang terjadi di dalam tubuh federasi serta aparat kepolisian dalam melihat dan menangani dinamika suporter di Indonesia.

Federasi alergi dengan segenap tingkah pola perilaku suporter, eksekutif melihat suporter hanya dalam perspektif komoditi jualan yang mampu menarik atensi pemodal. Belum lagi, pihak aparat kepolisian yang salah memberi obat dalam mengayomi dinamika hubungan antar suporter.

Acapkali polisi, justru keliru bahkan salah dalam memberikan penanganan kepada para suporter. Hubungan yang telah tercipta dengan kondusif, justru semakin dibuat disintegrasi dengan terbitan aturan larangan menonton atau mendukung.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam dan obyektif. Sejatinya menghilangkan riuh gegap gempita suporter dari lingkup sepakbola, seperti mematikan fungsi jantung dalam tubuh manusia.

Suporterlah, yang berperan memberikan denyut kehidupan kepada sebuah tim. Sederhana saja, bayangkan sepakbola nusantara tidak mempunyai basis suporter, termotivasikah para pemain yang sedang bertanding? Tertarikkah pihak pemodal atau sponsor untuk menanamkan investasi? Lantas siapa yang akan menghidupi sebuah klub melalui tiketing dan merchandising?

Bukankah di dalam sebuah ekosistem, penting untuk saling menjaga antar matarantai, jika menginginkan sebuah kehidupan berjalan dengan baik-baik saja.

Seharusnya pihak aparat kepolisian mengerti, yang dilarang ke stadion dan berkecimpung di sepakbola nusantara selamanya bukanlah para suporter. Melainkan, para maling yang sedang menyamar sebagai pejabat federasi. Atau kepolisian juga bagian di dalam tubuh oligarki?

Persaudaraan Luar Biasa Green Nord x Northside Boys.

Away days, bagi suporter adalah salah satu ritual dalam memberikan dukungan kepada tim. Atensi suporter akan semakin besar arus kedatangannya, jika dalam awaydays mengahadapi rivalitas setara seperti big match atau derby.

Tak sebatas itu, moment tersebut juga dimanfaatkan oleh kedua kelompok suporter untuk saling bercengkrama dalam spektrum sosial yang lebih luas.

Pun seperti, Green Nord x Northside Boys.

Kala bersua, mereka tak hanya mengahabiskan suara di tribun untuk memberikan dukungan kepada masing-masing tim. Bahkan, beberapa individu memiliki hubungan erat pertemanan yang tentu mampu mengikis rivalitas sesat dalam sepakbola.

Selasa esok, (24/9) di Gelora Bung Tomo kedua kelompok suporter kembali saling bertemu. Tentu ini kabar baik yang harus dirayakan bersama. Salah satu Bonek penghuni Tribun Utara mengatakan, hubungan ini harus selalu terjalin sampai kapanpun juga untuk sepak bola Indonesia yang semakin baik.

“Hal positif ini harus terus terjalin, mengingat sudah lama bonek memiliki kedekatan dengan elemen suporter Bali, khususnya Northside Boys. Niat baik ini juga harus didukung oleh semua pihak, termasuk aparat kepolisian,” ujarnya.

Oi melanjutkan, kami menyadari bahwa sepakbola adalah sebuah panggilan dan hiburan. Bukanlah kuburan. Karenanya jangan halangi silaturahmi ini.

“Pasti nantinya akan menimbulkan efek yang positif. Oleh karena itu, niat baik ini harus didukung oleh semua pihak. Agar suporter tak lagi dibenturkan dengan alasan klasik yang tak logis,” tutupnya.

Enjoy Surabaya Bli, Rayakan.
Salam Satu Nyali. WANI. (AP/JE)

Related posts

Laga Emosional The Big Man, ‘Terimakasih Surabaya’

Redaksi Green Nord 2

Mafia Fc Dilarang Menang di Surabaya

administrator

Zero Rubbish

operator website
error: Content is protected !!