Bonek Green Nord Persebaya

Kisah Wahyu, Bonek Cilik Asal Magelang.

SURABAYA-GN27.COM: Apa yang ada dibenak anda semua ketika mendengar nama Bonek. Sangar, keras, fanatik, loyal, militan. Jika sepakat, itulah seklumit kata yang mampu menggambarkan bagaimana sosok Wahyu Bonek cilik asal Magelang Jawa Tengah.

Kecintaanya terhadap Persebaya, mampu mendorong batas kemampuan anak yang masih tergolong usia belia ini.

Bermodal uang saku Rp 120 ribu, dan beberapa baju ganti, Wahyu nekat berangkat menuju Kota Pahlawan hanya untuk melihat dan memberikan dukungan secara langsung terhadap Persebaya Surabaya.

“Sejak awal melihat Persebaya, saya jatuh hati kepada klub ini. Dan sejak itulah, saya memendam rasa ingin pergi ke Gelora Bung Tomo,” Katanya kepada reporter GN Media.

Dalam lingkup, dinamika suporter. Fanatisme, loyalitas, serta militansi adalah pendorong adrenalin yang mampu mengalahkan logika berpikir. Tak peduli bocah, remaja, dewasa, pria, atau bahkan perempuan, suporter terkenal memiliki keunikan dan kisah inspiratif tersendiri dalam mengekspresikan dukungannya. Beberapa diantaranya, bahkan menyentuh dalam eskalasi ekstrim.

Tak hanya itu, dorongan kuat lainya bagi Wahyu untuk pergi menuju ke Surabaya adalah, ketakjubannya melihat atraksi Green Nord 27 Tribune dalam pelbagai aksinya untuk memberikan dukungan kepada Bajul Ijo.

“Saya juga ingin merasakan atmosfer bagaimana mendukung Persebaya melalui Tribun Green Nord. Dan bertemu Capo Ipul,” Lanjutnya.

Sama halnya seperti I Gede Deni Sanjaya Bonek Cilik asal Lombok, Wahyu yang juga mengidolakan Osvaldo Haay, membuktikan kenekatannya dengan berangkat menggunakan bus untuk menempuh jarak sejauh 345,7 Kilometer, dan tanpa didahuli izin orang tua. Memang tidak untuk dicontoh bagi Bonek cilik lainya, namun Wahyu juga sadar atas segala resiko yang ditanggungnya.

Beruntung, setibanya di Terminal Bungurasih Kabupaten Sidoarjo. Wahyu, bertemu dengan salah satu Firm Green Nord 27 Tribune. Sempat berdialog sejenak sambil menikmati beberapa kudapan di warung kopi komplek terminal.

Wahyu, akhirnya ditampung sementara oleh Bonek Sektor Utara yang notabene firm Green Nord 27 Tribune.

Dari sinilah, segala cita-cita, impian Wahyu mulai terwujud satu persatu.

Keinginan, melihat dan memberikan dukungan langsung kepada Persebaya di Gelora Bung Tomo, berdiri diantara ribuan fanatisme di Green Nord 27 Tribune, dan bertatap muka dengan Capo Ipul, bahkan diberi kehormatan untuk berdiri di atas steger Capotifoso, hingga bertemu dengan Osvaldo Haay.

Rasanya salah satu moment yang membahagiakan bagi Wahyu. Sembari berdialog dengan tim jurnalis GN Media, sesekali Wahyu tak mampu berucap kata. Hanya, mata yang berkaca sebagai medium ucap rasa bahagia Wahyu.

Ditemui ditempat berbeda, Capo ipul mangatakan, Wahyu adalah cerminan seorang suporter, mengajarkan kita bagaimana menjadi Bonek yang tidak hanya nekat tapi juga bermodal untuk mendukung Persebaya.

“Kita tau suporter tidak mengenal umur, demi mendukung Persebaya Wahyu tak hanya nekat saja, namun ia juga bermodal, meski sempat ingin menjual HP yang ia punya, Wahyu adalah suporter sejati” ujarnya.

Bahkan, diketahui Wahyu sempat ingin menjual HP yang ia punya kepada driver ojek online pada saat di Terminal Bungurasih untuk tambahan uang yang kurang.

Namun syujurlah, kini Bonek cilik itu sudah dipertemukan dengan orang tuanya, yang berinisiatif menjemput Wahyu di Warkop Pitulikur. Mereka, orang tua Wahyu berangkat langsung dari Magelang.

Kisah Wahyu ini bisa menjadi cerminan bagaimana ketulusan seorang suporter yang mencintai tim kebanggaannya.

Sampai jumpa kembali Wahyu, terima kasih sudah menginspirasi kami dalam mendukung Persebaya. Salam satu nyali, wani. (AP/JE)

Related posts

PERISTIWA BONEK DAN PSHT DI PENGADILAN NEGERI SURABAYA (PART1)

Redaksi Green Nord 2

REST IN PEACE – Doa, Respect, dan Kesan untuk Mereka dari Kami Penghuni Tribun Utara

Redaksi Green Nord 2

Posko Pengaduan Bonek

Redaksi Green Nord
error: Content is protected !!