Bonek Green Nord Persebaya

MERAWAT KULTUR SEPAK BOLA INDONESIA

SURABAYA-GN27.COM: Dewasa ini, sebagai masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kemajemukan yang juga kita rasakan hingga ke dalam ranah sepak bola. Karna didalamnya tak melulu tentang rivalitas di lapangan, kultur yang kerap kita tau dengan sebutan “seduluran” menjadi satu hal yang unik, sebuah kultur dalam sepak bola Indonesia, khususnya dalam dunia suporter yang merepresentasikan masyarakat Indonesia sendiri.

Pun sepak bola bisa menjadi alat untuk saling mengenal dan menghargai suatu kelompok atau individu, ini telihat dari kedekatan antara kedua element suporter Bonek khususnya Green Nord Tribune27 dan Brigata Curva Sud (BCS). Berawal dari kedekatan dan komunukasi yang telah lama terjalin, kemudian BCS melakukan aksi solidaritas boikot laga PSS di Karawang pada saat Persebaya di hukum federasi, sebagai dukungan moral yang diberikan kepada Bonek. Setelah itu pada Celebration Game yang digelar Persebaya dan menjamu PSS Sleman. Saat itulah kultur “seduluran” telah mewarnai keduanya.

Pertemuan terakhir (29/10) lanjutan Liga 1 di Gelora Bung Tomo Surabaya antara Persebaya vs PSS menjadi moment bersilahturahmi kedua suporter. Koar 13, salah satu penghuni tribun utara mengatakan, hal ini menjadi menarik karna selain rivalitas seduluran telah menjadi culture didalam sepak bola Indonesia.

“Seduluran itulah yang harus terus dijaga, dengan menjalin komunikasi dan bersilahturahmi, karna sepak bola tak melulu tentang rivalitas, ini menjadi satu hal yang unik mempresentasikan budaya masyarakat Indonesia yang majemuk”. Ujarnya.

Terlihat dari moment match kemarin pula saat Bonek meluapkan kekecewaan setelah Green Force kembali menelan hasil buruk lima pertandingan terakhir, tak ada satu pun anggota dari BCS yang menjadi korban atas kekecewaan Bonek, meski Persebaya kalah PSS Sleman. Dan kericuhan pun bisa reda ketika BCS memberi dukungan moral dengan menyanyikan chant-chant Bonek seperti Persebaya Emosi Jiwaku.

Lanjut Koar 13 mengatakan, moment kemarin Bonek pasti menyadari mengapa mereka melakukan hal itu.

“Bonek pasti paham pada kemana arah dan tujuan mereka kemarin, terlepas BCS memberikan moral itupun juga naruli seorang suporter dan seduluran itu sendiri”. Tutupnya. (AP/JE)

Related posts

Asa Itu Bernama Jhonerly Simanjuntak

operator website

Kelola Sepakbola Indonesia, Dimana Kata Profesional Hanya Mimpi

Redaksi Green Nord

MENYERAH ITU PECUNDANG

administrator
error: Content is protected !!